Sunday, October 25, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Aksi Unjuk Rasa di Prancis Ricuh, Hampir 1.000 Orang Ditangkap

Mistar.idMinggu, 25 Oktober 2026 pukul 10.33 WIB
aksi_unjuk_rasa_di_prancis_ricuh_hampir_1000_orang_ditangkap

Demo di Prancis, 24 Oktober 2026. (Foto: Reuters)

Paris, MISTAR.ID — Aksi unjuk rasa di Prancis pada Sabtu (24/10/2026) berujung bentrokan dengan aparat kepolisian. Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyebut hampir 1.000 orang ditangkap dalam demonstrasi yang berkaitan dengan protes terhadap kenaikan biaya hidup tersebut.

Dikutip dari AFP, Minggu (25/10/2026), Nunez mengatakan jumlah penangkapan itu tercatat selama demonstrasi pada Sabtu. Menurut dia, sejumlah orang yang disebut berasal dari kelompok ultra-kiri melemparkan benda dan menembakkan kembang api ke arah polisi hingga memicu bentrokan.

Kericuhan juga menyebabkan dua orang mengalami luka serius. Satu korban berada di Toulouse, termasuk seorang pria berusia 20 tahun yang dilaporkan kehilangan jari akibat ledakan. Korban lainnya dilaporkan berada di Clermont-Ferrand. Nunez tidak menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai kedua kejadian tersebut.

Penangkapan Meningkat Dibandingkan Pekan Sebelumnya

Jumlah penangkapan dalam aksi terbaru itu lebih tinggi dibandingkan demonstrasi pada periode yang sama sepekan sebelumnya. Saat itu, aparat mencatat 385 orang ditangkap.

Gelombang demonstrasi sebelumnya juga berujung kerusuhan, dengan sejumlah toko dijarah dan sekitar 2.700 orang ditangkap. Meski kerusakan dan penjarahan kembali terjadi pada Sabtu, Nunez menyatakan skalanya lebih kecil dibandingkan pekan sebelumnya.

Pemerintah Prancis meningkatkan pengamanan untuk mengantisipasi aksi lanjutan. Sekitar 70.000 personel kepolisian disiagakan di berbagai wilayah negara tersebut.

Bentrokan di Paris Berlangsung Dua Jam

Di Paris, demonstrasi utama berlangsung relatif damai pada sebagian besar waktu. Namun, bentrokan dengan polisi terjadi ketika massa mulai membubarkan diri dan berlangsung sekitar dua jam.

Nunez mengatakan terdapat beberapa ribu aktivis radikal di bagian belakang barisan demonstran. Sekitar 500 orang di antaranya, menurut identifikasi pihak berwenang, diduga terlibat dalam kerusuhan.

Ia menilai situasi secara keseluruhan lebih terkendali dibandingkan pekan sebelumnya. Hal itu, menurutnya, didukung oleh peningkatan jumlah personel, pemeriksaan yang lebih ketat sebelum demonstrasi, serta perlindungan tambahan terhadap tempat usaha.

Meski demikian, aparat tetap berada dalam status siaga tinggi hingga Minggu. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga telah menggelar rapat bersama dewan pertahanan yang melibatkan para menteri dan pejabat senior untuk membahas situasi keamanan.

Aksi demonstrasi tersebut berlangsung di tengah protes terhadap kenaikan biaya hidup yang sebelumnya memicu kerusuhan di sejumlah wilayah Prancis.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN