Prancis dan Inggris Gelar Latihan Simulasi Serangan Nuklir Pertama Kalinya

Jet tempur Rafale Prancis dan Typhoon Inggris dalam latihan gabungan simulasi serangan nuklir di Laut Mediterania. (foto : raf.mod.uk)
Mediterania, MISTAR.ID – Angkatan Udara Prancis dan Inggris menggelar latihan militer gabungan yang menyimulasikan operasi serangan nuklir untuk pertama kalinya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi pertahanan kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Eropa.
Latihan berkode "Rummy" tersebut berlangsung pada Selasa (20/10/2026) di wilayah udara Laut Mediterania. Sejumlah jet tempur Typhoon milik Angkatan Udara Inggris (RAF) dan pesawat Rafale dari Prancis dilibatkan dalam simulasi tersebut.
Kementerian Pertahanan kedua negara menegaskan latihan dilaksanakan dengan mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku.
Kegiatan tersebut diklaim tidak menggunakan senjata nuklir sungguhan, melainkan difokuskan pada peningkatan koordinasi antara dua negara pemilik kekuatan nuklir di Eropa Barat.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya menawarkan perlindungan nuklir kepada negara-negara sekutunya di Eropa. Langkah ini berkaitan dengan posisi Prancis sebagai satu-satunya negara anggota Uni Eropa yang memiliki senjata nuklir setelah Inggris keluar dari blok tersebut melalui Brexit.
Menteri Pertahanan Prancis Catherine Vautrin menyebutkan kepemilikan kemampuan nuklir secara mandiri tidak menutup peluang bagi negaranya menjalin koordinasi pertahanan bersama negara lain.
"Memiliki kekuatan nuklir yang mandiri tidak menghalangi koordinasi," kata Vautrin, dilansir dari AFP, Sabtu (24/10/2026).
Latihan bersama ini menunjukkan kemampuan nuklir kedua negara dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap keamanan kawasan secara keseluruhan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menyebut latihan tersebut sebagai babak baru dalam hubungan pertahanan nuklir antara London dan Paris.
"Latihan ini menunjukkan kedalaman kerja sama kami, kredibilitas penangkal kami, serta tekad kami untuk tetap bersatu dalam menghadapi ancaman yang muncul," ujarnya. (afp)













































