Korea Selatan Izinkan Pelamar PNS Pakai Jeans saat Wawancara

Ilustrasi. (Foto: EPA)
Seoul, MISTAR.ID - Korea Selatan mengubah aturan berpakaian bagi pelamar pegawai negeri sipil (PNS). Mulai Oktober mendatang, pelamar diperbolehkan mengenakan pakaian kasual, seperti celana jeans dan sepatu kets saat mengikuti wawancara.
Pedoman tersebut dikeluarkan Kementerian Manajemen Personalia Korea Selatan pada Jumat (11/9/2026). Aturan baru ini menggantikan kebiasaan lama yang menganggap setelan jas sebagai pilihan paling aman dalam wawancara PNS.
Dalam pedoman tersebut, kementerian mencantumkan sejumlah contoh pakaian yang sesuai bagi pelamar pria maupun wanita. Di antaranya celana jeans, sepatu kets, jaket, kemeja, pakaian rajut, celana panjang, celana chino, hingga sepatu datar.
Sebaliknya, pakaian untuk mendaki gunung, pakaian olahraga, celana pendek, atasan tanpa lengan, sepatu hak tinggi, dan sandal rumah dinilai tidak sesuai untuk wawancara.
Kementerian bahkan secara tegas melarang penggunaan dasi dan sepatu formal.
Pemerintah mengatakan, penggunaan pakaian yang lebih kasual dalam wawancara PNS sebenarnya telah didorong selama beberapa tahun terakhir, termasuk dengan tidak mewajibkan pelamar mengenakan dasi.
Namun, banyak pelamar tetap memilih setelan jas hitam dan sepatu formal karena dianggap sebagai pilihan paling aman saat mengikuti wawancara.
Larangan penggunaan sepatu formal juga memiliki alasan praktis. Suara langkah dari sepatu tersebut terkadang dinilai dapat mengganggu jalannya ujian atau proses wawancara.
“Merekomendasikan pakaian kasual bertujuan untuk mengurangi beban finansial dan psikologis para pelamar serta membantu mereka bekerja dengan lebih nyaman,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan The Straits Times.
Pedoman baru itu kemudian ramai dibicarakan di berbagai komunitas daring dan media sosial Korea Selatan. Sejumlah pelamar ujian PNS memberikan tanggapan beragam terhadap perubahan tersebut.
Sebagian menyambut kebijakan itu karena pelamar tidak perlu membeli pakaian formal yang kemungkinan hanya digunakan untuk wawancara.
“Saya suka adanya perubahan. Sangat boros membeli setelan jas yang hanya akan saya kenakan untuk wawancara kerja,” tulis seorang komentator.
Namun, sebagian lainnya menilai tekanan sosial untuk tampil formal masih akan membuat banyak pelamar memilih mengenakan jas.
“Lagian semua orang akan mengenakan jas,” tulis komentator lainnya. (hm25/CNN Indonesia)









































