Monday, September 14, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara Ingin Lepas dari Inggris Raya

Mistar.idSenin, 14 September 2026 pukul 11.13 WIB
skotlandia_wales_dan_irlandia_utara_ingin_lepas_dari_inggris_raya

Alun-alun parlemen di pusat kota London dengan Big Ben, London, Britania Raya. (Foto: iStock/Elena Zolotova)

news_banner

London, MISTAR.ID - Skotlandia, Irlandia Utara, dan Wales berencana mendorong referendum untuk memisahkan diri dari Inggris Raya (United Kingdom/UK).

Rencana tersebut akan dibahas dalam pertemuan di Cardiff, Wales. Dalam pertemuan itu, ketiga perdana menteri disebut akan menandatangani deklarasi bersama yang menuntut digelarnya referendum kemerdekaan, seperti dilaporkan Telegraph.

Isu pemisahan diri tersebut mencuat setelah Andy Burnham, Perdana Menteri Inggris Raya, menyatakan di hadapan House of Commons bahwa pemungutan suara lanjutan akan diizinkan jika mayoritas penduduk Skotlandia menginginkannya.

Menteri Pendidikan Skotlandia, Mairi McAllan, juga menyatakan referendum kemerdekaan bukan opsi yang dikesampingkan.

“Kami mencurahkan waktu untuk hal ini karena ini merupakan perubahan transformasional yang memungkinkan Skotlandia berdiri di atas kaki sendiri di kancah dunia dan secara penuh mengupayakan masa depan lebih baik yang kami inginkan,” kata McAllan dalam The Independent, dikutip Minggu (13/9/2026).

“Status quo di Inggris tidak dapat dipertahankan,” tambahnya.

McAllan juga menyoroti dukungan Perdana Menteri Irlandia Utara dan Wales terhadap gagasan untuk keluar dari Inggris Raya.

Menurutnya, Skotlandia membutuhkan jalur hukum untuk menentukan masa depannya sendiri.

“Pekan lalu Perdana Menteri menegaskan di hadapan House of Commons bahwa Skotlandia harus memiliki jalan untuk menentukan masa depannya sendiri; jadi, kami hanya ingin hal itu disepakati sekarang dalam format hukum agar kami dapat menjalankan mandat kami di Skotlandia,” ujarnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan pandangan terkait wacana tersebut. Ia menyatakan dukungannya terhadap kemungkinan Irlandia Utara memisahkan diri dari Inggris Raya dan bergabung dengan Republik Irlandia.

“Ada Irlandia Utara dan ada Irlandia, dan menurut saya, menyatukan keduanya adalah hal yang sangat wajar dan alami,” kata Trump kepada wartawan saat mengunjungi turnamen golf Irish Open.

Sementara terkait Skotlandia, Trump memilih tidak memberikan komentar lebih jauh.

Inggris Raya merupakan negara monarki konstitusional dan demokrasi parlementer yang terdiri atas Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Kepala negaranya adalah raja atau ratu yang bertakhta, sedangkan pemerintahan dipimpin perdana menteri.

Menurut Ensiklopedia Britannica, Inggris Raya memiliki ekonomi internasional yang maju dan mandiri. Negara tersebut juga menjadi salah satu pelopor Revolusi Industri pada abad ke-19.

Sektor jasa menyumbang sekitar dua pertiga produk domestik bruto (PDB), sedangkan sektor manufaktur mencakup sekitar seperlima. Jumlah penduduk Inggris Raya pada 2025 diperkirakan mencapai 69,4 juta jiwa. (hm25/detikcom)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN