Monday, September 14, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Minyak Dunia Naik 2,7 Persen

Mistar.idSenin, 14 September 2026 pukul 11.46 WIB
harga_minyak_dunia_naik_27_persen

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Senin (14/9/2026), setelah kelompok Houthi dari Yaman menyerang Arab Saudi. Harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing naik lebih dari 2 persen.

Kenaikan tersebut juga dipengaruhi serangan terhadap kapal di Selat Hormuz yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.

Harga minyak mentah Brent naik US$2,90 atau sekitar 2,77 persen menjadi US$107,51 per barel. Sementara WTI meningkat US$2,27 atau 2,27 persen ke level US$102,32 per barel.

Kekhawatiran mengenai pasokan minyak sebelumnya juga kembali meningkat setelah pipa East-West milik Arab Saudi ditutup pada Jumat (11/9/2026).

Dilansir dari CNN Indonesia, penutupan itu terjadi akibat serangan drone yang disebut berasal dari Irak dan dinilai berpotensi mengganggu hingga 4 persen pasokan minyak global.

Pipa East-West merupakan jalur penting bagi Arab Saudi untuk mengalihkan ekspor minyak tanpa melewati Selat Hormuz.

Ancaman terhadap pasokan juga bertambah di Selat Bab el-Mandeb setelah Houthi mencapai Pulau Perim. Jalur tersebut merupakan salah satu rute transit minyak penting yang dalam beberapa bulan terakhir mengangkut sekitar 4-5 persen pasokan global.

Sepanjang pekan lalu, harga minyak telah melonjak sekitar 8 persen dan kembali menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli.

Analis pasar IG Tony Sycamore menilai harga minyak masih berpeluang naik jika pembicaraan mengenai Selat Hormuz tidak mencapai kesepakatan atau pipa East-West belum kembali beroperasi.

Di tengah kondisi tersebut, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengatakan pertemuan negara-negara Teluk dengan Iran yang sedianya berlangsung Senin (14/9/2026) untuk membahas Selat Hormuz ditunda.

Pertemuan itu merupakan salah satu upaya diplomatik di tengah konflik yang telah berlangsung selama enam bulan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran serta sekutunya. (cnn)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN