Sunday, August 16, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Eropa di Tanah Afrika: Menelisik Krisis Ceuta, Eksodus Migran Maroko dan Sub-Sahara

Mistar.idMinggu, 16 Agustus 2026 pukul 18.06 WIB
eropa_di_tanah_afrika_menelisik_krisis_ceuta_eksodus_migran_maroko_dan_subsahara

Migran menunggu untuk memasuki pusat penampungan sementara CETI di Pantai Trampolin, wilayah kantong Spanyol Ceuta di Maroko, Jumat, 15 Agustus 2026. (foto: afp via aljazeera)

news_banner

Ceuta, MISTAR.ID - Kota kecil Ceuta kembali menjadi pusat krisis migrasi Eropa. Wilayah Spanyol yang berada di pesisir utara Afrika dan berbatasan langsung dengan Maroko itu menjadi tujuan puluhan ribu orang yang berusaha mencapai Eropa, baik warga Maroko maupun migran dari negara-negara Afrika sub-Sahara.

Gelombang terbaru terjadi Sabtu (15/8/2026). Reuters, mengutip sumber Kementerian Dalam Negeri Maroko, melaporkan sedikitnya 111 orang ditangkap aparat Maroko ketika berusaha menuju Ceuta. Dari jumlah tersebut, 109 orang berasal dari Afrika sub-Sahara dan dua lainnya warga Maroko.

Penangkapan dilakukan setelah seruan untuk melakukan penyeberangan massal kembali beredar melalui media sosial. Aparat Maroko memperketat kawasan Fnideq, kota yang berbatasan dengan Ceuta, sementara Spanyol menambah personel keamanan di wilayah tersebut.

Peristiwa itu terjadi sekitar dua pekan setelah eksodus luar biasa pada akhir Juli. Lebih dari 70.000 orang memasuki Ceuta dalam gelombang tersebut, dengan laporan terbaru Reuters menyebut jumlahnya mencapai lebih dari 72.000 orang.

Gelombang akhir Juli itu terutama didominasi warga Maroko. Reuters dalam laporan terbarunya menyebut sedikitnya 96 orang tewas setelah puluhan ribu orang berupaya mencapai wilayah Spanyol.

Dipicu Rumor Media Sosial

Salah satu pemicu langsung gelombang migrasi akhir Juli adalah informasi yang menyebar dengan cepat melalui media sosial.

Kesulitan ekonomi dan klaim menyesatkan mengenai "perbatasan terbuka" ikut mendorong puluhan ribu orang bergerak menuju Ceuta. Unggahan dan video yang beredar menciptakan kesan bahwa ada kesempatan memasuki wilayah Spanyol tanpa langsung dikembalikan ke Maroko. Reuters mencatat video keberhasilan migran memasuki Ceuta turut mendorong lebih banyak orang mencoba melakukan hal serupa.

Informasi tersebut antara lain berkaitan dengan putusan Mahkamah Agung Spanyol yang dipublikasikan 29 Juni 2026.

Dalam laporan Reuters pada 30 Juli 2026 menyebutkan, putusan itu membatasi mekanisme pemulangan langsung atau pushback. Migran yang melintasi penghalang fisik perbatasan dapat langsung dikembalikan, sedangkan mereka yang mencapai Ceuta dengan berenang tidak termasuk dalam mekanisme yang sama.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN