Thursday, September 10, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

25 Tahun 9/11, Dugaan False Flag Kembali Mencuat: WTC 7 hingga Jejak Saudi Dipertanyakan

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 06.00 WIB
25_tahun_911_dugaan_false_flag_kembali_mencuat_wtc_7_hingga_jejak_saudi_dipertanyakan

Tower WTC7 yang ikut runtuh dalam peristiwa 11 September 2001. (foto: Pycril)

news_banner

NIST menjelaskan pada fase tersebut struktur di bawah fasad sudah memberikan dukungan yang dapat diabaikan karena keruntuhan interior telah terjadi sebelumnya.

Penelitian yang dipimpin profesor teknik sipil J. Leroy Hulsey dari University of Alaska Fairbanks (UAF) menghasilkan kesimpulan berbeda.

Laporan yang diterbitkan pada 2020 menyatakan kebakaran tidak menyebabkan keruntuhan WTC 7 seperti skenario NIST. Tim tersebut menyimpulkan keruntuhan merupakan kegagalan global yang melibatkan kegagalan hampir bersamaan seluruh kolom bangunan.

Proyek penelitian UAF itu didanai Architects & Engineers for 9/11 Truth dengan anggaran US$316.153. Kesimpulannya tidak menetapkan penyebab kegagalan serentak tersebut ataupun membuktikan penggunaan bahan peledak.

NIST sendiri menyatakan telah memeriksa kemungkinan ledakan dan tetap mempertahankan kesimpulan bahwa kebakaran memicu keruntuhan progresif WTC 7.

Paspor yang Ditemukan Setelah Serangan

Penemuan paspor sejumlah pembajak juga menjadi bagian yang kerap dipersoalkan.

Dalam sidang Komisi 9/11 pada Januari 2004, staf komisi menyatakan empat paspor pembajak bertahan seluruhnya atau sebagian.

Dua di antaranya, milik Ziad Jarrah dan Saeed al-Ghamdi, ditemukan di lokasi jatuhnya Flight 93 di Pennsylvania.

Paspor Abdul Aziz al-Omari ditemukan dalam bagasi yang gagal ikut dalam penerbangan lanjutan American Airlines Flight 11 dari Boston. Dengan demikian, paspor al-Omari tidak berada dalam pesawat saat menghantam Menara Utara.

Kasus yang lebih banyak mengundang perhatian adalah paspor Satam al-Suqami, salah seorang pembajak Flight 11.

Menurut monograf 9/11 and Terrorist Travel, paspor itu diterima Detektif NYPD Yuk H. Chin dari seorang pria berusia sekitar 30 tahun yang mengenakan pakaian bisnis. Pria tersebut pergi sebelum identitasnya diketahui ketika puing masih berjatuhan dari WTC 2.

Komisi 9/11 menyatakan paspor Suqami diserahkan kepada polisi sebelum menara World Trade Center runtuh.

Keadaan dokumen kertas itu bisa keluar dari Flight 11 dan ditemukan di jalan kemudian menjadi salah satu hal yang sering disorot pengkritik penyelidikan 9/11.

Komisi juga menyebut paspor Suqami dan al-Omari telah dimanipulasi secara curang dengan cara yang dikaitkan dengan praktik perjalanan al-Qaeda.

Ketika Informasi CIA Tak Sampai ke FBI

Kontroversi lain justru tercatat dalam laporan resmi Komisi 9/11.

Pada Januari 2000, CIA mengetahui Khalid al-Mihdhar memiliki visa AS. Pada Maret, CIA juga menerima informasi bahwa Nawaf al-Hazmi memiliki visa AS dan telah terbang ke Los Angeles pada 15 Januari.

Keduanya sebelumnya terkait dengan pertemuan jaringan al-Qaeda di Kuala Lumpur.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN