25 Tahun 9/11, Dugaan False Flag Kembali Mencuat: WTC 7 hingga Jejak Saudi Dipertanyakan

Tower WTC7 yang ikut runtuh dalam peristiwa 11 September 2001. (foto: Pycril)
Weldon menyatakan akan menyerahkan materi yang dimilikinya kepada komisi tersebut. Tuduhan itu merupakan klaim Weldon dan belum dibuktikan oleh penyelidikan resmi.
Pada Maret 2025, Weldon bersama Matt Campbell—yang saudaranya meninggal dalam serangan—juga menandatangani surat yang meminta pembentukan Presidential Commission on 9/11 dan pembukaan lebih banyak data mengenai WTC 7.
Senator Ron Johnson kemudian ikut memasuki perdebatan. Pada April 2025, Johnson secara terbuka mengatakan dirinya mencurigai WTC 7 runtuh melalui controlled demolition dan menyatakan ingin mempertanyakan kembali hasil penyelidikan NIST.
Jejak Saudi Muncul Kembali
Perkembangan lain muncul dari perkara Omar al-Bayoumi, warga Saudi yang membantu Mihdhar dan Hazmi setelah keduanya tiba di California.
Komisi 9/11 pada 2004 menggambarkan Bayoumi sebagai sosok yang kecil kemungkinan terlibat secara rahasia dengan kelompok ekstremis.
Namun materi yang kemudian dibuka dalam gugatan keluarga korban memberi gambaran berbeda.
CBS 60 Minutes pada April 2025 melaporkan FBI menyebut Bayoumi sebagai operative intelijen Saudi yang memiliki hubungan dekat dengan dua pembajak tersebut.
Rekaman yang ditemukan polisi Inggris di kediamannya menunjukkan Bayoumi merekam pintu masuk dan keluar Capitol AS, pos keamanan, model gedung dan sejumlah landmark di Washington pada 1999.
Mantan analis kontra-terorisme CIA Gina Bennett, setelah memeriksa materi tersebut, mengatakan dirinya menyimpulkan Bayoumi merupakan fasilitator al-Qaeda yang memberikan dukungan penting kepada Mihdhar dan Hazmi.
Bayoumi membantah mengetahui rencana serangan dan tidak pernah didakwa terkait 9/11. Pemerintah Arab Saudi juga terus membantah keterlibatan.
Penyelidikan FBI yang kemudian dikenal sebagai Operation Encore menunjukkan adanya perdebatan internal mengenai apakah bantuan yang diterima kedua pembajak di California benar-benar terjadi secara kebetulan. ProPublica melaporkan ringkasan penyelidikan FBI tahun 2012 bahkan menyebut adanya bukti bahwa seorang pejabat Saudi yang namanya disunting menugaskan Bayoumi dan Fahad al-Thumairy membantu para pembajak.
Pada 28 Agustus 2025, Hakim Federal George B. Daniels menolak permintaan Arab Saudi untuk menghentikan gugatan keluarga korban 9/11.
Daniels menegaskan putusan tersebut berkaitan dengan yurisdiksi, bukan keputusan akhir mengenai benar atau tidaknya tuduhan terhadap kerajaan.
Arab Saudi kemudian mengajukan banding. Pada November 2025, pengadilan distrik menangguhkan proses perkara yang melibatkan Saudi sambil menunggu penyelesaian banding di U.S. Court of Appeals for the Second Circuit.
Pada 31 Agustus 2026, House Permanent Select Committee on Intelligence menerbitkan review bipartisan menjelang 25 tahun 9/11.
Review tersebut memeriksa pelaksanaan rekomendasi Komisi 9/11 dan kemampuan komunitas intelijen menghadapi ancaman masa depan. Peninjauan itu bukan penyelidikan ulang terhadap penyebab runtuhnya WTC 7, jaringan pendukung pembajak ataupun dugaan false flag. (*/berbagai sumber)



































