25 Tahun 9/11, Dugaan False Flag Kembali Mencuat: WTC 7 hingga Jejak Saudi Dipertanyakan

Tower WTC7 yang ikut runtuh dalam peristiwa 11 September 2001. (foto: Pycril)
Namun CIA tidak segera memasukkan mereka dalam daftar pengawasan dan tidak meneruskan informasi mengenai visa Mihdhar serta perjalanan Hazmi ke FBI.
Mihdhar dan Hazmi kemudian menjadi dua pembajak American Airlines Flight 77 yang menghantam Pentagon.
Komisi 9/11 memasukkan kegagalan tersebut dalam daftar “operational opportunities” yang terlewat sebelum serangan.
Mantan agen FBI Mark Rossini, yang ditempatkan di unit bin Laden CIA, kemudian mengatakan ia mengetahui Mihdhar memiliki visa AS dan ingin informasi itu diteruskan kepada FBI, tetapi permintaan tersebut tidak berjalan.
Mantan agen FBI Ali Soufan juga mengatakan kepada PBS bahwa apabila informasi mengenai Mihdhar dan Hazmi dibagikan, FBI mempunyai peluang untuk menemukan mereka. CIA kemudian membantah adanya kesengajaan menahan informasi penting dari FBI.
Dari Kiriakou hingga Sachs, Desakan Muncul Lagi
Sejumlah mantan pejabat dan akademisi dalam beberapa tahun terakhir kembali menyoroti informasi yang belum terbuka mengenai 9/11.
Mantan perwira kontra-terorisme CIA John Kiriakou, dalam wawancara dengan Tucker Carlson pada 4 Juni 2025, mengatakan menurut penilaiannya terdapat badan intelijen asing yang sudah mengetahui serangan akan terjadi tetapi memiliki kepentingan agar AS terlibat perang.
Kiriakou tidak menyebut penilaian tersebut sebagai temuan resmi CIA dan tidak menunjukkan dokumen yang membuktikannya.
Dalam wawancara yang sama, Kiriakou juga menceritakan bahwa pada 6 Juli 2001, Kepala Counterterrorism Center CIA Cofer Black memberi tahu sekelompok pejabat intelijen Timur Tengah bahwa sinyal komunikasi al-Qaeda menunjukkan sesuatu yang sangat besar akan terjadi, meski CIA tidak mengetahui waktu dan lokasinya.
Ekonom dan profesor Columbia University Jeffrey Sachs mengambil jalur berbeda.
Ketika Tucker Carlson menyinggung deklasifikasi dokumen 9/11 dalam wawancara Desember 2024, Sachs mengaitkannya dengan minimnya pemeriksaan menyeluruh terhadap CIA sejak Church Committee pada 1970-an.
Sachs mengatakan pembukaan catatan sejarah diperlukan agar publik mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam berbagai operasi keamanan dan intelijen. Ia tidak menyatakan 9/11 telah terbukti sebagai false flag.
Mantan anggota Kongres Curt Weldon juga kembali menyuarakan kecurigaan lebih keras. Dalam wawancara yang diterbitkan menjelang peringatan 25 tahun 9/11, Weldon mempertanyakan kemungkinan sekelompok kecil orang di dalam struktur AS mengetahui atau terlibat dalam operasi tersebut dan meminta Presiden Donald Trump membentuk komisi independen baru.



































