Sunday, August 16, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Tiga Orang Pengedar Sabu di Percut Sei Tuan Ditangkap, Dua Merupakan Mertua dan Menantu

Mistar.idMinggu, 16 Agustus 2026 pukul 09.15 WIB
tiga_orang_pengedar_sabu_di_percut_sei_tuan_ditangkap_dua_merupakan_mertua_dan_menantu

Ketiga pelaku dan barang bukti saat di ruang penyidik Satres Narkoba Polrestabes Medan. (Foto: Dokumentasi Satres Narkoba Polrestabes Medan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Tiga orang perempuan diduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu di Jalan Perintis, Percut Sei Tuan. Dua di antaranya merupakan mertua dan menantu.

Dalam menjalankan bisnis haram tersebut, ketiganya tak pernah bertemu dengan konsumen karena memanfaatkan jendela rumah untuk pengambilan barang.

Dikatakan Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, ketiganya ditangkap setelah pihaknya melakukan penggerebekan pada Selasa (11/8/2026).

"Kami menangkap ketiganya bersama barang bukti. Ketiganya berinisial EF, 52 tahun, ER, 49 tahun, dan HD, 23 tahun. Mereka ditangkap atas informasi masyarakat yang gerah dengan aktivitas mencurigakan di salah satu rumah di Gang Melur, Desa Tembung," kata Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Minggu (16/8/2026).

Dijelaskan Rafli, seluruhnya merupakan pengedar yang memiliki peran berbeda-beda, mulai dari peran menerima uang, peran menyerahkan barang, dan menyimpan kristal putih tersebut. Dalam setiap transaksi, ketiganya tak pernah bertemu pembeli. Ketiganya memanfaatkan jendela rumah untuk pengambilan barang.

"Transaksi melalui jendela. Pembeli hanya mengetuk, lalu menyebutkan jumlah uang dan pelaku menyerahkannya dari jendela," tuturnya.

Sambung Rafli, dalam penggerebekan itu, pihaknya mendapati dua paket sabu seberat 5,56 gram. Selain itu, sebuah timbangan elektrik dan plastik klip juga ditemukan di rumah tersebut.

"Dua pelaku ini keluarga, ER adalah mertua HD. Keduanya kompak menjalankan bisnis ini," sambungnya.

Dari hasil interogasi, ketiganya mengaku menjalankan bisnis haram itu sejak satu bulan belakangan. Motifnya pun klasik, kebutuhan ekonomi.

"Suami HD saat kita melakukan tindakan tidak ada di lokasi. Kita masih kembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan di atasnya," ujarnya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN