Sunday, August 16, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

5.000 Lebih Warga NTT Mengungsi Akibat Gempa

Mistar.idMinggu, 16 Agustus 2026 pukul 10.20 WIB
5000_lebih_warga_ntt_mengungsi_akibat_gempa

Evakuasi pasien terdampak gempa dilakukan TNI-Polri dari dua rumah sakit di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Antara Foto/Gecio Viana)

news_banner

NTT, MISTAR.ID - Lebih dari 5.000 warga mengungsi akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Gempa tersebut juga menyebabkan 47 orang meninggal dunia dan memicu 341 kali gempa susulan.

"Gempa yang telah diikuti oleh 341 kali aktivitas gempa susulan ini memicu dampak kehancuran yang signifikan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB, korban meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 23 jiwa dan Manggarai Timur 17 jiwa.

Sementara itu, korban meninggal lainnya tersebar di Kabupaten Sikka sebanyak empat jiwa, Manggarai Barat satu jiwa, Ende satu jiwa, dan Nagekeo satu jiwa. Sebanyak 101 warga juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Bencana tersebut juga menyebabkan 1.357 rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, 914 rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik, meliputi 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah.

Berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB, jumlah pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan 2.000 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri di 10 titik pengungsian.

"Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai total 2.078 jiwa. Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima hingga Kepulauan Selayar," kata Berton.

Pemenuhan kebutuhan dasar dan logistik para pengungsi menjadi salah satu prioritas penanganan darurat. Para penyintas, khususnya di Kabupaten Manggarai, membutuhkan puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, pasokan air bersih berupa tandon, hingga genset.

Hingga saat ini, tim gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih bersiaga menyisir lokasi untuk melakukan pendataan dan verifikasi lanjutan. (hm25/detikcom)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN