Wednesday, September 30, 2026
home_banner_first
SUMUT

Gagal Panen Puluhan Hektare, Petani Simatibung Toba Berencana Tanam Ulang

Mistar.idRabu, 30 September 2026 pukul 18.55 WIB
gagal_panen_puluhan_hektare_petani_simatibung_toba_berencana_tanam_ulang

Padi petani di Desa Simatibung, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba yang terserang penyakit. (foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID - Petani padi di Desa Simatibung, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, mengalami penurunan hasil produksi hingga gagal panen di lahan puluhan hektare pada musim tanam 2026. Kondisi tersebut mendorong sejumlah petani berencana melakukan penanaman ulang.

Menurut warga, Tomuan Sibarani, penurunan hasil panen hingga gagal panen dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada 2026.

"Kondisi tersebut semakin diperparah karena tidak dilakukan penanaman padi secara serentak. Ditambah serangan hama dan penyakit padi yang cukup masif membuat petani ada yang mengalami gagal panen, dan tidak sekadar mengalami penurunan hasil produksi padi," ujar Tomuan, Rabu (30/9/2026).

Sementara itu, warga lainnya, F. Hutahaean, mengatakan kegagalan pada musim tanam padi yang baru dilaksanakan mendorong warga untuk melakukan penanaman kembali sebagai upaya mengurangi kerugian yang dialami petani.

"Tidak hanya itu, di tengah kondisi tersebut, sejumlah warga berencana melakukan tanam dua kali sebagai upaya meningkatkan hasil produksi dan menjaga keberlanjutan lahan pertanian," ucapnya.

Menurutnya, rencana tersebut membutuhkan perhitungan matang, terutama terkait kondisi cuaca, ketersediaan air, serangan penyakit tanaman, serta kesiapan lahan. Selain itu, persoalan permodalan dan ketersediaan bibit berkualitas juga menjadi perhatian petani.

"Kita berharap Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Pertanian dapat memberikan bantuan bibit unggul yang berkualitas dan melakukan pemantauan lahan yang terserang penyakit sehingga hasil panen dapat maksimal," tuturnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN