Siswa SMP Negeri 1 Medan Diduga Diculik, dan Dirampok Sepulang Sekolah

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Medan, MISTAR.ID - Seorang siswa SMP Negeri 1 Medan, berinisial KZ, diduga menjadi korban penculikan, penyekapan hingga perampokan di Jalan Bunga Raya, Asam Kumbang, Medan Selayang, Kamis (20/8/2026) sore.
Tak hanya mengalami trauma, siswa kelas 3 SMP itu juga kehilangan satu unit handphone. Ia juga mengalami luka karena lompat dari mobil terduga pelaku untuk menyelamatkan diri.
Menurut orang tuanya, Irfan Azmi, peristiwa itu terjadi saat anaknya pulang sekolah. KZ yang sehari-hari pulang seorang diri dihampiri satu unit mobil. Dari dalam mobil, seseorang menanyakan jalan. KZ pun dikatakan tak menanggapinya sembari terus berjalan.
"Dari cerita anak, dia jalan pulang sendiri dan kondisi jalan lagi sepi. Dipepet sama mobil, awalnya nanya jalan, anak saya cuek, tiba-tiba pintu mobil dibuka dan langsung ditarik masuk dalam mobil," ucapnya kepada Mistar, Kamis (20/8/2026) tengah malam.
Di dalam mobil, lanjut pria yang pernah berprofesi sebagai wartawan Tribun dan Kompas itu, anaknya disuruh diam. Pria yang berada di dalam mobil juga meminta KZ menyerahkan handphonenya.
Setelah handphone diberikan, pelaku pun menyerahkan handphone tersebut ke pengemudi sepeda motor yang ikut membuntuti mobil tersebut.
"Handphone diberikan ke kawan dia yang mengendarai motor, ada 3 orang, dua sepeda motor. Yang nerima handphone naik Scoopy hitam dan pakai helm hitam," tuturnya.
Mendapat handphone itu, dua sepeda motor itu pun tancap gas meninggalkan mobil tersebut. Di dalam mobil, KZ dikatakan terus berupaya melepaskan diri. Salah satu tangannya pun terlepas dari genggaman pria yang ada di dalam mobil.
"Jalannya pas macet, nggak macet total karena mobil masih bisa jalan merayap. Pelan-pelan tangannya yang digenggam lepas satu, posisi dia duduk di pinggir, pintu nggak di-unlock dari depan. Jadi secepatnya dia buka, dia keluar mobil jatuh di pinggir jalan sekitar Pajak Melati," lanjutnya.
Meski berteriak maling, namun warga sekitar dikatakan tak merespons. Bahkan saat KZ bangkit dari lompatan itu, pengemudi Vespa yang melintas juga tak memperdulikan siswa SMP tersebut.
"Nggak ada yang mau bantu. Sama tukang becak berhenti juga dicueki. Padahal anak saya sudah minta-minta tolong," sambungnya.
Melihat keadaan sekitar, KZ dikatakan menyadari lokasinya berada. Ia kemudian menyetop angkot dan pulang ke rumahnya.
"Dia baru sadar pas lihat angkot P25. Terus dia sadar masih ada duit di kantongnya. Barulah dia perhatikan jalan, sadar jalan arah rumah di mana, baru dia tunggu lagi angkot P25," ungkap Irfan.
Akibat peristiwa itu, kata Irfan, selain kehilangan handphone, anak sulungnya itu mengalami trauma dan sakit. Irfan pun menduga jika anaknya telah 'digambar' terlebih dahulu oleh pelaku. Irfan pun berencana membuat laporan polisi, Jumat (21/8/2026).
"Sekarang anak saya demam. Prediksi saya sudah digambar karena sering pulang sendiri. Besok (hari ini) rencananya saya buat laporan ke polisi," ujarnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Divonis Bebas Kasus Korupsi Smartboard Tebing Tinggi, Purnawirawan Polri Sujud dan Menangis

















