Sepekan Pascakeracunan MBG Berastagi, SPPG Masih Pantau Kondisi Siswa

Sepekan peristiwa 350 siswa keracunan MBG (foto: Abay/Mistar)
Karo, MISTAR.ID - Sepekan setelah ratusan siswa mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih memantau perkembangan kondisi para siswa yang terdampak.
SPPG Yayasan Manunggal Kartika Jaya hingga kini juga belum menghitung total biaya pengobatan siswa yang sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Berastagi, Kabanjahe, hingga Kota Medan.
Salah seorang pegawai SPPG, Sumber Citra Sembiring mengatakan, pihaknya masih memprioritaskan pemulihan para siswa sebelum menyelesaikan administrasi biaya perawatan.
"Terkait jumlah anggaran biaya rumah sakit, sejauh ini belum kita totalkan," ujarnya, Rabu (19/8/2026) malam.
Menurut Sumber Citra, penghitungan biaya akan dilakukan setelah seluruh siswa yang terdampak dinyatakan pulih dan proses perawatan selesai.
Diketahui, peristiwa keracunan MBG tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) siang dan berdampak terhadap sekitar 350 siswa. Mereka berasal dari SMAN 1 Berastagi serta sekolah di bawah Yayasan Bersama, mulai tingkat SMP, SMA hingga SMK di Kecamatan Berastagi.
Program MBG tersebut disuplai SPPG Yayasan Manunggal Kartika Jaya yang berlokasi di area Kodim 0205/TK.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut dugaan sumber keracunan berasal dari menu ikan dencis yang sudah tidak layak dikonsumsi. Ikan tersebut disebut tidak dimasukkan ke ruang pendingin atau freezer selama sekitar 12 jam sebelum diolah dan disajikan. (*)



















