Tuesday, August 11, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Remaja 17 Tahun Tewas Tersengat Listrik Saat Mengegrek Sawit di Marihat

Mistar.idSelasa, 11 Agustus 2026 pukul 14.58 WIB
remaja_17_tahun_tewas_tersengat_listrik_saat_mengegrek_sawit_di_marihat

Teks foto: Polisi saat mengevakuasi remaja tewas diduga tersengat listrik di areal perkebunan sawit PTPN IV Kebun Marihat.(foto: Humaspolres/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (11/8/2026) - Posman Pratama Damanik, 17 tahun, ditemukan tewas di areal perkebunan sawit PTPN IV Kebun Marihat, Senin (10/8/2026) pagi.

Warga Huta IV Bagasan, Nagori Silampuyang, Kecamatan Siantar, Simalungun itu diduga meninggal setelah tersengat listrik tegangan tinggi ketika mengegrek buah sawit.

Polsek Gunung Malela menerima laporan penemuan korban sekitar pukul 05.19 WIB. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan tempat kejadian sebelum Tim Inafis Polres Simalungun melakukan pemeriksaan.

Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky Bonari Siahaan mengatakan, pemeriksaan di lokasi dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa kondisi jenazah.

"Lima orang saksi sudah kita mintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan di lokasi dan visum luar, korban diduga meninggal akibat tersengat listrik tegangan tinggi 550 KVA," kata Kapolsek Hengky, Senin malam.

Menurutnya, sengatan listrik diduga mengenai alat egrek berbahan viber aluminium yang digunakan korban untuk mengambil buah sawit.

Tim Inafis yang turun ke lokasi, Aipda Owen Saragih dan Aipda Sujid Saputra, turut mendokumentasikan posisi korban dan kondisi sekitar lokasi kejadian.

Setelah pemeriksaan selesai, jenazah Posman dibawa ke RSUD Djasamen Saragih. Polisi juga membantu keluarga mengurus sejumlah keperluan administrasi, termasuk surat pernyataan penolakan autopsi.

AKP Hengky mengatakan penanganan di lokasi dilakukan bersama personel Polsek Gunung Malela, pemerintah nagori dan Babinsa.

Enam personel dikerahkan dalam penanganan kejadian tersebut, yakni AKP Hengky B. Siahaan, Ipda Roy Rumapea, Aiptu Ipran Saragih, Aipda Indo Siahaan, Aipda Felix Tamba dan Brigadir Efraim Purba.(indra/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN