Sunday, July 26, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Pencurian Sepeda Motor Modus Tabrak Adik Kembali Terjadi di Medan

Mistar.idMinggu, 26 Juli 2026 pukul 11.18 WIB
pencurian_sepeda_motor_modus_tabrak_adik_kembali_terjadi_di_medan

Para pencuri sepeda motor terekam CCTV menghentikan sepeda motor Rohim di Jalan Flamboyan. (Foto: Dok. CCTV Warga/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Aksi pencurian sepeda motor modus tabrak adik kembali terjadi di Medan, Sabtu (25/7/2026). Kali ini di wilayah hukum Polsek Medan Tuntungan.

Seorang pria berusia 20 tahun, Rohim Usmal, warga Jalan Glugur Rimbun, Kelurahan Glugur Tinggi, Kecamatan Pancur Batu, kehilangan sepeda motor Nmax BK 5367 AMF. Mirisnya, dari keempat pelaku, salah satunya diduga merupakan anak di bawah umur.

Menurut kakak Rohim, Sofia, peristiwa itu terjadi di Jalan Flamboyan, Tanjung Selamat. Adiknya yang saat itu hendak menjemput orang tuanya bekerja dipepet oleh dua orang terduga pelaku yang menaiki satu unit sepeda motor. Satu dari keduanya diduga masih di bawah umur yang diperkirakan berusia 13 hingga 15 tahun.

"Adik saya mau jemput orang tua di Sikambing. Terus dipepet dua orang. Satu kayak anak SMP gitu. Katanya adik mereka ditabrak. Jadi ciri-ciri yang menabrak mirip dengan adik saya," ucap Sofia, Minggu (26/7/2026).

Merasa tak melakukannya, Rohim mengikuti arahan para pelaku. Ia diajak pelaku ke rumah mereka untuk memastikan bahwa Rohim bukan pelaku penabrak.

"Di situ mereka manggil kawannya lagi dua orang. Nah yang dua orang ini, salah satunya nepuk pundak adik saya. Saat itu dia minta kunci sepeda motor, dompet yang berisi STNK, KTP, dan handphone juga diminta. Adik saya dibonceng salah satu pelaku," tuturnya.

Satu dari keempat pelaku, lanjut Sofia, membawa sepeda motor Rohim. Sementara pria 20 tahun itu dibonceng pelaku lain menggunakan sepeda motor Honda Beat.

"Tapi, nggak berapa jauh mereka pergi ke arah Pasar Melati, mereka berhenti lagi. Adik saya disuruh turun, terus mereka pergi," ujarnya.

Saat aksi itu terjadi, kata Sofia, adiknya merasa linglung. Warga sekitar yang mengajaknya berkomunikasi pun merasa kesulitan. Rohim sadar ketika melihat awan mendung dan mengingat bahwa ia hendak menjemput orang tuanya bekerja.

"Dia ingatnya karena mendung. Teringat mau jemput orang tua. Saat itu dia baru sadar kalau sepeda motor dan handphone-nya udah nggak ada," tuturnya.

Rohim dan keluarga langsung mendatangi Polsek Medan Tuntungan untuk membuat laporan. Namun, karena sepeda motor tersebut masih dalam kondisi cicil, petugas meminta Rohim melengkapi surat-surat kendaraannya.

"Memang masih menyicil. Jadi, kami hari Senin baru bisa minta surat ke showroom. Kami berharap pelaku bisa ditangkap dan sepeda motornya ditemukan karena itu satu-satunya alat transportasi kami untuk kerja," ujarnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN