Lapas Narkotika Pematangsiantar Overkapasitas, Dihuni 873 Warga Binaan

Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. (Foto: Indra/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID - Jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar terus melampaui daya tampung atau overkapasitas. Hingga kini, lapas yang hanya dirancang untuk menampung 612 orang itu dihuni 873 warga binaan.
Kondisi tersebut membuat beban petugas semakin besar. Selain mengawasi ratusan warga binaan, mereka juga harus memastikan tidak ada barang terlarang yang lolos masuk ke dalam lapas.
Beberapa waktu lalu, petugas menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang diduga dibawa salah seorang keluarga warga binaan saat jam kunjungan. Dalam pemeriksaan rutin, petugas juga masih menemukan senjata tajam yang dibawa pengunjung dan langsung menyitanya.
"Semua pengunjung dan barang bawaannya diperiksa sebelum masuk," kata Staf Tata Usaha Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar, Septian, Rabu (29/7/2026).
Di balik padatnya hunian, kegiatan pembinaan tetap berlangsung. Menurut Septian, pembinaan difokuskan pada pembentukan karakter dan pemberian keterampilan kerja.
Pembinaan kepribadian dilakukan melalui kegiatan keagamaan. Harapannya, warga binaan menyadari kesalahan yang pernah dilakukan dan memiliki bekal moral saat kembali ke masyarakat.
Sementara itu, pembinaan kemandirian diberikan melalui pelatihan bengkel, pengelasan, laundry, hingga menjahit. Keterampilan tersebut dipersiapkan agar warga binaan memiliki peluang bekerja atau berusaha setelah bebas menjalani hukuman.
"Kami berharap keterampilan itu bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat," ujarnya.
Septian mengakui, jumlah penghuni yang jauh melebihi kapasitas menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Sebab, pengamanan dan pembinaan harus berjalan beriringan di tengah ruang huni yang semakin padat.
Saat dimintai penjelasan mengenai proses asesmen warga binaan, ia memilih tidak berkomentar. Menurutnya, hal itu merupakan kewenangan bidang lain di lingkungan lapas.
"Kalau soal itu ada bagian yang menangani, bukan saya," katanya. (hm25)






















