Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanjung Pura Dirikan Tenda dan Masak

Aksi protes jalan rusak warga Tanjung Pura dengan cara unik memasak di tengah badan jalan. (foto: fb@hijrah/mistar)
Langkat, MISTAR.ID - Kekecewaan terhadap kondisi infrastruktur membuat warga Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, melakukan aksi protes dengan cara yang tidak biasa. Sejumlah warga, khususnya kaum perempuan, mendirikan tenda dan memasak di tengah badan jalan sebagai bentuk tuntutan agar ruas jalan yang rusak segera diperbaiki.
Aksi tersebut menyebabkan kemacetan parah di Jalur Lintas Sumatera, tepatnya di Kecamatan Tanjung Pura, Rabu (5/8/2026). Aksi warga itu juga menarik perhatian publik setelah videonya beredar dan viral di media sosial.
Untuk mengetahui tuntutan warga, MISTAR menghubungi salah seorang warga setempat, Awang. Ia mengatakan, pemblokiran jalan dilakukan karena masyarakat sudah lama kecewa menunggu realisasi perbaikan jalan yang tak kunjung terealisasi.
"Kami sudah bosan mendengar janji pemerintah yang katanya akan memperbaiki jalan rusak, tetapi sampai sekarang belum juga ada penyelesaiannya," kata Awang kepada MISTAR, Kamis (6/8/2026) siang.
Menurut Awang, warga meminta Pemerintah Kabupaten Langkat segera merealisasikan pengaspalan ruas jalan protokol yang menjadi akses utama sejumlah desa di Kecamatan Tanjung Pura, khususnya Desa Pematang Cengal.
Ia menyebut, pembangunan ruas tersebut masih jauh dari harapan masyarakat. Hingga saat ini, pengaspalan yang terlaksana baru sekitar 500 meter melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Tahun Anggaran 2025 yang dikerjakan pada 2026 di Desa Pematang Cengal.
"Musim hujan membuat jalan berubah menjadi kubangan yang menyulitkan mobilitas warga dan meningkatkan risiko kecelakaan. Sedangkan saat kemarau, debu tebal mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat," ungkapnya.
Selain mengganggu arus lalu lintas, aksi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas pengangkutan material galian C untuk kebutuhan proyek nasional migas PT EMP. Puluhan truk pengangkut pasir dan tanah timbun tidak dapat melintas sehingga mobilisasi material terhenti.
Warga menilai mobilisasi kendaraan berat untuk mendukung proyek migas terus berlangsung, namun kondisi akses utama masyarakat belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Melalui aksi tersebut, warga berharap Pemerintah Kabupaten Langkat segera memberikan kepastian terkait perbaikan ruas jalan yang selama ini menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat di Kecamatan Tanjung Pura. (*)






















