Monday, August 10, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Belum Juga Diaspal, Warga Dusun Kampung Nangka Langkat kembali Blokir Jalan

Mistar.idSenin, 10 Agustus 2026 pukul 19.03 WIB
belum_juga_diaspal_warga_dusun_kampung_nangka_langkat_kembali_blokir_jalan

Polisi berupaya menenangkan warga yang menggelar aksi unjuk rasa karena jalan mereka tak kunjung diaspal. (foto: Polsek Secanggang/Mistar)

news_banner

Langkat, MISTAR.ID - Ratusan warga Dusun Kampung Nangka, Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat kembali menggelar aksi dengan cara memblokir jalan, karena kecewa jalan mereka tak kunjung diaspal, Senin (10/8/2026) siang.

Menurut warga, meski sudah dilakukan perbaikan jalan dengan cara diratakan menggunakan material tanah, pasir dan batu, warga justru makin tak nyaman. Sebab, setiap hujan turun jalan tersebut menjadi becek dan musim panas debu beterbangan ke rumah-rumah penduduk.

Tak hanya di Kecamatan Secanggang, aksi serupa juga digelar warga Dusun V, Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat. Aksi berlangsung tertib dengan mendapat pengawalan ketat dari polisi.

Kabag Ops Polres Langkat, Kompol Firmanta, mengatakan usai menyampaikan aspirasinya, warga akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Itu karena warga mendapat penjelasan langsung dari pejabat Pemkab Langkat yang berjanji akan mulai melakukan pengaspalan jalan, Selasa (10/8/2026).

"Massa aksi akhirnya membubarkan diri setelah mendengar penjelasan dari oejabat Pemkab Langkat yang berjanji akan melakukan pengaspalan mulai esok hari," ujar Firmanta.

Sebelumnya, sejumlah warga menggelar aksi damai menuntut perbaikan jalan utama di Kampung Nangka, Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Jumat (26/6/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga karena jalan yang rusak tak kunjung diperbaiki.

Dalam aksi itu, warga meminta Pemerintah Kabupaten Langkat segera merealisasikan perbaikan ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Menurut warga, kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Masyarakat menilai ruas jalan tersebut merupakan jalur vital yang menjadi urat nadi perekonomian Kecamatan Secanggang sehingga membutuhkan penanganan segera. Warga juga mengaku telah lama menantikan realisasi pembangunan jalan yang sebelumnya dijanjikan pemerintah daerah.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN