Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Ayah Winda Lauren Gowasa Bantah Dugaan Bunuh Diri, Sebut Anaknya Diduga Dianiaya

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 18.03 WIB
ayah_winda_lauren_gowasa_bantah_dugaan_bunuh_diri_sebut_anaknya_diduga_dianiaya

Sanalui Gowasa, ayah Winda Lauren Gowasa, saat ditemui di rumah duka. (Foto: putra/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Ayah kandung Winda Lauren Gowasa, Sanalui Gowasa, menegaskan bahwa dirinya tidak meyakini anaknya meninggal karena bunuh diri. Ia menduga putrinya menjadi korban penganiayaan berdasarkan kondisi jasad yang dilihat keluarga.

"Sebenarnya ini bukan penembakan diri sendiri. Ini asli dianiaya. Karena kita lihat ada pencekikan di leher dan mata lebam. Dan semua badannya agak kebiru-biruan," katanya saat ditemui di rumah duka di Jalan Rakyat, Kecamatan Medan Timur, Rabu (5/8/2026).

Menurut Sanalui, pemberitaan yang menyebut anaknya meninggal karena bunuh diri menggunakan pistol tidak sesuai dengan keyakinan pihak keluarga.

"Tidak ada itu bekas tembakan seperti yang diberitakan selama ini, bunuh diri dengan pakai pistol. Itu tidak benar," tegasnya.

Hingga kini, lanjut Sanalui, pihak keluarga mengaku belum menerima hasil autopsi dari kepolisian. Setiap kali menanyakan perkembangan kasus, mereka hanya diminta bersabar hingga proses penyelidikan selesai.

"Semua itu sudah saya tanyakan ke polisi. Jawabannya sabar. Masih diselidiki. Nanti kita diberi tahu apa hasilnya. Karena kita minta mana hasil autopsinya. Belum ada dikasih sama kita. Katanya belum siap," bebernya.

Sanalui menjelaskan, setelah mendapat kabar kematian putrinya, ia langsung mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara pada Senin (3/8/2026) dini hari untuk memastikan informasi tersebut. Namun, saat itu ia belum diizinkan melihat jenazah karena masih berada di bawah penanganan Polsek Helvetia.

"Paginya sekitar jam 9 saya kembali lagi. Di situ saya diperbolehkan melihat dan saya pastikan itu anak saya. Saya hanya melihat bagian wajah. Saya lihat matanya biru. Yang lain tidak saya lihat karena sudah dibungkus," ujarnya.

Ia mengatakan keluarga baru dapat melihat kondisi tubuh korban saat diminta mengganti pakaian jenazah pada Selasa (4/8/2026). Pada saat itulah, menurutnya, keluarga menemukan sejumlah luka yang dianggap janggal.

"Terus mau dipakaikan baju. Masuklah anak saya yang satu lagi dan keluarga lain. Ada juga keluarga si Iman ikut masuk. Di situlah anak saya melihat semua lalu memfoto dan merekam video. Bahkan petugas di situ menyuruh menghapus video itu. Anak saya tidak mau dan tetap merekam," pungkasnya.

Terkait pernyataan keluarga mengenai sejumlah kejanggalan tersebut, Mistar telah berupaya meminta tanggapan Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN