Friday, August 21, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Atap Kelas Diterjang Badai, Ratusan Siswa SD Muhammadiyah 28 Medan Belajar Daring

Mistar.idJumat, 21 Agustus 2026 pukul 15.52 WIB
atap_kelas_diterjang_badai_ratusan_siswa_sd_muhammadiyah_28_medan_belajar_daring

Kondisi SD Muhammadiyah 28 Medan pasca cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari lalu. (foto: susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Kota Medan, Selasa (18/8/2026) malam, juga berdampak pada gedung SD Muhammadiyah 28 Medan yang beralamat di Jalan Cemara, Kecamatan Medan Timur.

Peristiwa ini menyebabkan kerusakan parah pada bagian atap dua ruang kelas dan menimpa rumah warga sekitar.

Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Kota Medan, Yusman menjelaskan angin menerbangkan genteng dan rangka baja dari dua kelas di sekolah tersebut, dan menimpa rumah warga di sekitarnya.

Cuaca ekstrem yang merusak ruang kelas, AC dan lain-lainnya ini juga mengakibatkan kegiatan belajar mengajar (KBM) terhambat.

Berdasarkan kesepakatan bersama pimpinan Muhammadiyah dengan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Medan, KBM diganti menjadi pembelajaran via daring hingga Rabu mendatang.

“Tapi koordinasi dengan tukang diminta waktu sekitar 10 hari perbaikan. Karena akan ada pembongkaran dan semua diganti baik itu seng, rangka bajanya juga. Inilah yang jadi perhatian kita,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Selaku penanggung jawab pimpinan Muhammadiyah Kota Medan Rayon 1 Wilayah Cabang Perjuangan, Yusman berharap agar perbaikan ini dapat diselesaikan secepatnya dan tidak ada hambatan apapun.

Ia menceritakan, sore hari sebelum kejadian masih ada sejumlah anak yang mengaji di masjid. Namun karena angin mulai kencang, para siswa dipulangkan dan dijemput oleh orang tua masing-masing.

Sekitar pukul 21.30 WIB mereka datang ke sekolah untuk memantau bersama dengan masyarakat setempat, setelah mendapatkan informasi bahwa ruangan kelas diterjang badai dan atapnya menimpa rumah warga.

“Sehingga Rabu pagi, dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan, Lazismu Kota Medan, lurah, perwakilan camat, dari Trantib meninjau semua. Inilah kondisi riil yang terjadi. Alhamdulillah nggak ada korban jiwa maupun luka-luka,” tuturnya.

Yusman menyebutkan, perbaikan yang akan dilakukan terhadap dua ruangan kelas yaitu kelas 4 dan 5 yang berada di lantai atas maupun rumah warga ditaksir mencapai Rp65 juta.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 28 Medan, Lilis Mulyani mengatakan untuk sementara, 350 siswanya belajar melalui daring guna menghindari terjadi resiko atau hal yang tidak diinginkan selama perbaikan lingkungan sekolah.

“Siswa belajar lewat daring, dan guru-gurunya siap sedia di sekolah. Daring tidak di rumah, tapi dari sekolah,” katanya.

Ia juga berharap agar pemerintah Kota Medan dapat memberikan bantuan untuk perbaikan, mengingat dana yang dibutuhkan lumayan besar.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN