Sandy Tumiwa Garap Film tentang Bullying, Ajak Masyarakat Lawan Perundungan

Produseri film baru, Sandy Tumiwa gaungkan gerakan stop bullying. (foto: istimewa/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Aktor Sandy Tumiwa mulai merambah peran baru di industri perfilman dengan menjadi produser film layar lebar berjudul Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu. Melalui proyek tersebut, ia ingin mengangkat persoalan perundungan atau bullying yang masih menjadi perhatian di kalangan anak-anak dan remaja.
Dalam penggarapan film ini, Sandy berencana berkolaborasi dengan Vera Novia yang menyandang gelar Duta Pariwisata Jawa Barat 2026. Keterlibatan keduanya diharapkan dapat memperluas kampanye sosial mengenai pentingnya menghentikan tindakan perundungan.
Sandy menilai persoalan bullying membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga maupun sekolah, tetapi juga masyarakat secara luas.
Ia pun melihat film sebagai salah satu media efektif untuk menyampaikan pesan sosial kepada publik, khususnya generasi muda.
"Sebagai insan perfilman, saya percaya film memiliki kekuatan menyampaikan pesan yang tidak selalu bisa terucap dengan kata-kata. Saya ingin mengajak lebih banyak figur publik, generasi muda, dan tokoh inspiratif untuk bersama-sama menyuarakan bahwa bullying harus dihentikan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (4/11/2026).
Sandy menambahkan, setiap anak berhak mendapatkan perlakuan yang baik tanpa harus merasa takut atau terpinggirkan akibat tindakan perundungan.
"Anak-anak Indonesia berhak tumbuh dengan rasa aman, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan," lanjutnya.
Film Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu rencananya mengambil lokasi produksi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Proyek ini disebut mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan digagas bersama Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Cirebon, Pangeran Kuda Putih.
Tak hanya membawa pesan kemanusiaan, Sandy juga berharap produksi film tersebut dapat memperkenalkan potensi Kabupaten Kuningan kepada masyarakat luas.
Ia ingin daerah tersebut semakin dikenal, bukan hanya karena panorama alamnya, tetapi juga melalui kontribusi dalam melahirkan karya seni dan perfilman yang memiliki nilai sosial.
Sandy mengajak masyarakat untuk tidak bersikap acuh ketika melihat tindakan perundungan di lingkungan sekitar.
"Jangan hanya menjadi penonton ketika bullying terjadi. Mari menjadi bagian dari solusi. Karena setiap anak berhak mendapatkan persahabatan, bukan permusuhan," tuturnya.










































