Sunday, June 21, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Bangkit dari Stroke, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Horor

Mistar.idMinggu, 21 Juni 2026 pukul 17.32 WIB
journalist-avatar-top
bangkit_dari_stroke_anggia_novita_debut_jadi_produser_ost_film_horor

Anggia Novita. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Setelah cukup lama tidak muncul di hadapan publik, Anggia Novita kembali dengan karya baru yang sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pemulihannya pasca-stroke. Mantan istri aktor Ferry Irawan itu kini terjun ke industri musik dengan menjadi produser original soundtrack (OST) film horor berjudul Juminten Edan.

Lagu soundtrack tersebut resmi diperkenalkan kepada publik pada 18 Juni 2026 dan menjadi langkah awal Anggia sebagai produser musik film. Kehadirannya juga menjadi bagian dari promosi menjelang penayangan Juminten Edan di bioskop pada 23 Juli 2026.

Untuk proyek ini, Anggia menggandeng Kukuh Kudamai sebagai pencipta lagu dan Dindin Hugo Agoesto sebagai penata musik. Sementara vokal lagu dipercayakan kepada penyanyi asal Yogyakarta, Tania Dewi Astarina.

Menurut Anggia, pemilihan Tania bukan tanpa alasan. Ia menilai penyanyi tersebut memiliki karakter suara yang kuat dan sesuai dengan nuansa tradisional yang diusung dalam soundtrack film.

"Tania sering meraih prestasi di berbagai lomba lagu daerah. Karakter vokalnya sangat cocok untuk membawakan OST dengan sentuhan tradisional yang selaras dengan suasana film," ujar Anggia dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (21/6/2026).

Keterlibatan sejumlah talenta dari Yogyakarta juga sejalan dengan latar cerita dan lokasi pengambilan gambar film yang banyak dilakukan di kota tersebut.

Dalam penggarapan soundtrack, Anggia bekerja sama dengan Digital Frame Production dan Trinity Optima Production. Menariknya, lagu OST Juminten Edan dibuat dalam dua versi genre, yakni pop dan keroncong, untuk menyesuaikan perkembangan alur cerita di film.

Selain berperan sebagai produser soundtrack, Anggia juga menjabat sebagai Executive Producer dalam film tersebut. Baginya, keterlibatan di proyek musik ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar pekerjaan.

Film Juminten Edan. (foto: Digital Frame Production/Mistar)

Ia mengaku proses kreatif dalam pembuatan OST menjadi salah satu cara untuk membantu pemulihan kondisi kesehatannya. Bahkan, ia turut memberikan sejumlah masukan agar lagu yang dihasilkan mampu memperkuat emosi dan pesan dalam film.

"Melalui lagu ini, penonton bisa merasakan isi hati tokoh utama, seorang perempuan tuna wicara yang berjuang menyelamatkan suami dan anaknya. Perasaan itulah yang ingin disampaikan lewat soundtrack," katanya.

Dunia musik sebenarnya bukan bidang yang asing bagi Anggia. Sebelum aktif di industri film, ia pernah mengelola event organizer pada periode 2003 hingga 2008. Saat itu, ia juga bekerja sama dengan Trinity dalam berbagai proyek musik, termasuk menangani perjalanan karier grup band Ungu yang berhasil mencatat penjualan jutaan kaset.

Melalui perilisan soundtrack yang dilakukan lebih awal, Anggia berharap publik dapat lebih mengenal sekaligus menantikan film Juminten Edan. "Di tengah proses pemulihan stroke, saya memberanikan diri kembali berkarya karena memang memiliki kecintaan yang besar terhadap musik," tuturnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN