Britney Spears Ungkap Trauma Konservatori: “Saya Tak Pernah Jadi Diri Saya”

Britney Spears saat mengunjungi Disneyland bersama kedua anaknya. (foto: instagram@britneyspears)
Los Angeles, MISTAR.ID - Britney Spears mengungkap luka emosional yang masih dirasakannya setelah hampir 14 tahun hidup di bawah konservatori. Ia mengaku kehilangan kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri selama bertahun-tahun.
Dalam esai emosional yang diunggah di X, Jumat (7/8/2026), penyanyi berusia 44 tahun itu mengatakan dirinya merasa dikendalikan dan dipaksa menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan keinginannya.
“Saya tidak pernah bisa menjadi diri saya, Britney yang sebenarnya,” tulisnya, seperti dikutip USA Today.
Britney menyebut pengalaman tersebut membuatnya kehilangan masa-masa penting dalam hidup. Ia juga mempertanyakan bagaimana pemerintah Amerika Serikat dapat membiarkan kondisi itu berlangsung selama bertahun-tahun.
“Saya tidak akan pernah mendapatkan kembali tahun-tahun itu,” katanya.
Ia juga mengungkap luka sebagai seorang ibu. Britney mengatakan baru mengetahui sekitar lima tahun lalu bahwa kedua putranya, Sean Preston (20) dan Jayden James (19), pernah diam-diam dibawa orangtuanya ke pantai sepanjang musim panas.
Ia mempertanyakan mengapa dirinya tidak menjadi bagian dari kegiatan tersebut dan mengaku menangis selama berbulan-bulan setelah mengetahuinya.
Britney juga bercerita tentang percakapan dengan salah satu putranya mengenai Tuhan. Percakapan itu membuatnya merasa telah gagal sebagai ibu. Ia kemudian meminta maaf kepada anak-anaknya atas kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu.
Konservatori Britney dimulai pada 2008 setelah ia mengalami krisis publik dan menempatkan ayahnya, Jamie Spears, sebagai pengawas utama. Status tersebut berakhir pada 2021 setelah hampir 14 tahun, menyusul perjuangan hukum dan gerakan #FreeBritney.
Kini, Britney mengatakan dirinya tidak ingin lagi terlibat dalam dunia Hollywood. Ia bahkan mempertanyakan makna ketenaran dan mengatakan lebih menghargai orang-orang biasa yang menurutnya menarik, cerdas, dan inspiratif.
Ia menilai kehidupan sebagai artis dahulu membuatnya kehilangan kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Creative Producer Magma Entertainment Ingatkan Film Indonesia Tak Terjebak Pola Lama




















