Buka Seminar Ekologi HKBP, Masinton Soroti Kerusakan Hulu Tapteng

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu bersama Ephorus HKBP Pdt. Victor Tinambunan pada kegiatan Seminar Ekologi dan Aksi Penanaman Bibit Pohon, Sabtu (26/9/2026). (foto: Diskominfo Tapteng/Mistar)
Tapteng, MISTAR.ID - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, menyoroti kerusakan kawasan hulu yang berdampak terhadap wilayah permukiman dan pertanian masyarakat.
Masinton menyebut kerusakan cukup parah terjadi di kawasan Kecamatan Tukka, Kelurahan Sipange, dan Desa Sait Kalangan Dua. Menurutnya, tutupan lahan yang terbuka akibat bekas bencana longsor menyebabkan tingginya akumulasi sedimen setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Tapteng.
Hal itu disampaikan Masinton saat menghadiri Ibadah Pembukaan Seminar Ekologi dan Aksi Penanaman Bibit Pohon yang diselenggarakan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan dibuka Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, di Gedung Serbaguna Pandan, Sabtu (26/9/2026).
Seminar tersebut mengusung tema "Menghidupi Iman, Merawat Ciptaan" yang berlandaskan Kitab Kejadian 2:15. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi Pemkab Tapteng, HKBP, dan para pemangku kepentingan dalam memulihkan kelestarian lingkungan serta memperkuat mitigasi bencana ekologis di wilayah Tapteng.
Masinton mengatakan, pembangunan fisik berupa infrastruktur penahan sedimen atau Sabo Dam oleh Kementerian Pekerjaan Umum perlu diimbangi dengan pemulihan vegetasi di kawasan hulu.
"Oleh karena itu, pembangunan fisik infrastruktur penahan sedimen (Sabo Dam) oleh Kementerian PU harus diimbangi dengan pemulihan vegetasi di kawasan hulu," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak menyelaraskan pembangunan fisik dengan perlindungan alam, khususnya setelah terjadinya bencana.
"Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jalan, jembatan, dan gedung yang berdiri, tetapi juga dari kemampuan kita memastikan bahwa sungai tetap mengalir, sumber air terlindungi, lahan tetap produktif, dan lingkungan tetap aman bagi generasi mendatang," katanya.
Masinton turut mengapresiasi penetapan Tahun Ekologi HKBP 2026 sebagai gerakan spiritual dan moral yang diharapkan berakar hingga tingkat keluarga.
"Pemkab Tapteng berkomitmen menempatkan keberlanjutan lingkungan dalam visi pembangunan yang tangguh, naik kelas, adil untuk semua, dan lestari berkelanjutan," tuturnya.









































