Disdik Tapteng Siapkan Muatan Lokal Tanggap Darurat Bencana di Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan, Johannes Simanjuntak bersama tenaga pendidik pada kegiatan kolaborasi dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) menghadapi bencana di Kabupaten Tapteng. (foto:dokumen Diskominfo Tapteng/mistar)
Tapteng, MISTAR.ID (25/9/2026) - Dinas Pendidikan pada tahun ini mulai menyusun mata pelajaran muatan lokal tentang Tanggap Darurat Bencana yang akan diterapkan pada satuan pendidikan se-Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Kebijakan ini diharapkan menjadikan pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana sebagai bagian dari pembelajaran yang relevan dengan karakteristik wilayah Tapteng.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, Johannes Simanjuntak, saat membuka kegiatan kolaborasi dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) menghadapi bencana di Kabupaten Tapteng yang digelar di SMK Swasta Yapim Pandan, Jumat (25/9/2026).
Acara ini merupakan bentuk sinergi strategis antara Balai Besar Guru Penggerak/Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBGTK), Dinas Pendidikan Kabupaten Tapteng, dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Johannes menuturkan, mata pelajaran muatan lokal tentang Tanggap Darurat Bencana ini merupakan bentuk komitmen nyata dan arahan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi untuk penguatan mitigasi bencana bagi para pendidik.
“Kegiatan ini merupakan langkah positif dan strategis, mengingat Kabupaten Tapteng merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi dan kerawanan terhadap berbagai bencana,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kesiapsiagaan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk satuan pendidikan. Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran vital dalam memberikan edukasi serta menanamkan pemahaman mengenai kesiapsiagaan dan ketanggapan terhadap bencana kepada peserta didik.
“Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting untuk mengajarkan dan membangun kesigapan menghadapi bencana di satuan pendidikan, sehingga peserta didik memiliki pengetahuan dan kesiapan ketika menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan ekosistem pendidikan lintas jenjang secara menyeluruh dan berkelanjutan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).
“Keterlibatan lintas jenjang ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan satuan pendidikan tidak hanya sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga garda terdepan dalam membangun budaya aman dan tangguh terhadap bencana sejak dini,” ucapnya.
Johannes menambahkan, melalui semangat Sahata Saoloan, seluruh unsur pendidikan di Kabupaten Tapteng diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi, menyatukan visi, serta bergerak bersama dalam menghadapi berbagai tantangan risiko bencana.
“Sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan ini menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang semakin aman, tangguh, dan berkualitas. Maju bersama, hebat semua,” tutupnya. (hm27)










































