Thursday, September 10, 2026
home_banner_first
EKONOMI

QRIS 0% Mulai Berlaku Oktober, Benarkah Pedagang Tak Lagi Kena Biaya?

Mistar.idKamis, 10 September 2026 pukul 11.06 WIB
qris_0_mulai_berlaku_oktober_benarkah_pedagang_tak_lagi_kena_biaya

QRIS 0% Mulai Berlaku Oktober, Benarkah Pedagang Tak Lagi Kena Biaya? (foto ilustrasi:gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (10/9/2026) — Kebijakan QRIS 0% akan diperluas mulai 1 Oktober 2026. Bank Indonesia (BI) memastikan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS sebesar 0% tidak lagi hanya berlaku untuk merchant usaha mikro (UMI), tetapi juga diperluas kepada seluruh kategori merchant untuk transaksi hingga Rp100.000.

Namun, kebijakan ini bukan berarti seluruh transaksi QRIS menjadi gratis. MDR merupakan biaya yang dikenakan kepada merchant dalam pemrosesan transaksi QRIS. Dengan demikian, manfaat utama kebijakan baru ini akan langsung dirasakan pedagang, terutama pelaku usaha yang selama ini menggunakan QRIS untuk menerima pembayaran digital.

BI menyebut perluasan MDR QRIS 0% menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi biaya transaksi sekaligus memperluas manfaat digitalisasi pembayaran bagi masyarakat.

QRIS 0% Berlaku untuk Transaksi Sampai Rp100.000

Mulai 1 Oktober 2026, MDR QRIS 0% berlaku untuk transaksi hingga Rp100.000 pada seluruh kategori merchant.

Artinya, pedagang kecil, usaha menengah hingga usaha besar tidak dikenakan MDR untuk transaksi QRIS dengan nominal maksimal Rp100.000.

Sementara itu, kebijakan MDR 0% yang sudah berlaku bagi merchant usaha mikro tetap dipertahankan untuk transaksi hingga Rp500.000. Untuk transaksi UMI di atas Rp500.000, tarif MDR yang berlaku adalah 0,3%.

Adapun merchant usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar sebelumnya dikenakan MDR 0,7%.

Pedagang Bisa Lebih Hemat

Perubahan ini berpotensi memangkas biaya transaksi yang harus ditanggung merchant.

Sebagai gambaran, merchant dengan MDR 0,7% yang menerima pembayaran QRIS sebesar Rp100.000 sebelumnya memiliki biaya MDR Rp700. Setelah kebijakan baru berlaku, transaksi dengan nominal tersebut tidak lagi dikenakan MDR.

Jika dalam sehari terdapat 100 transaksi QRIS masing-masing Rp100.000, nilai transaksi mencapai Rp10 juta. Dengan tarif MDR 0,7%, biaya MDR secara sederhana mencapai Rp70.000.

Dengan MDR 0%, biaya tersebut tidak lagi dikenakan untuk transaksi yang masuk batas kebijakan.

Bagi pedagang dengan volume transaksi tinggi, penghematan tersebut dapat terakumulasi menjadi lebih besar. Meski demikian, besaran penghematan aktual tetap bergantung pada kategori merchant dan komposisi nominal transaksinya.

Jadi, Apakah Pengguna QRIS Ikut Gratis?

Ini yang perlu diluruskan.

MDR 0% bukan berarti pengguna QRIS pasti tidak dikenakan biaya untuk setiap transaksi. Kebijakan tersebut mengatur biaya pemrosesan yang dikenakan kepada merchant.

MDR merupakan biaya di sisi merchant dan tidak boleh dibebankan kepada konsumen. Karena itu, perluasan MDR 0% berarti merchant tidak dikenai MDR untuk transaksi yang memenuhi batas nominal, bukan berarti seluruh jenis biaya dalam layanan pembayaran digital otomatis menjadi nol.

Dengan kata lain, yang berubah mulai 1 Oktober 2026 adalah biaya MDR merchant untuk transaksi yang memenuhi kriteria, bukan seluruh biaya layanan pembayaran QRIS.

Siapa yang Paling Diuntungkan?

Pelaku usaha yang memiliki banyak transaksi bernilai kecil berpotensi menjadi kelompok yang paling merasakan dampak kebijakan ini.

Warung, pedagang makanan dan minuman, toko kelontong, ritel, hingga berbagai usaha yang banyak menerima pembayaran di bawah Rp100.000 dapat menikmati biaya MDR 0% untuk transaksi tersebut.

Kebijakan ini juga memperluas manfaat kepada merchant non-UMI. BI sebelumnya menetapkan MDR QRIS untuk usaha kecil, menengah, dan besar sebesar 0,7%. Mulai Oktober, transaksi sampai Rp100.000 pada kategori tersebut mendapat tarif 0%.

QRIS 0% Bukan Berarti Transfer Bank Lebih Mahal atau Lebih Murah

Perbandingan QRIS dengan transfer bank juga tidak bisa hanya dilihat dari angka biaya.

QRIS memberikan kemudahan karena konsumen dapat membayar melalui berbagai aplikasi pembayaran menggunakan satu standar QR. BI menyebut QRIS dikembangkan agar pembayaran menjadi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Di sisi lain, biaya transfer bank bergantung pada kanal, bank, jenis transfer, serta kebijakan yang berlaku pada masing-masing layanan.

Karena itu, bagi konsumen, pertanyaan yang lebih relevan bukan semata-mata “QRIS atau transfer mana yang gratis”, tetapi metode pembayaran mana yang memberikan biaya dan kemudahan terbaik untuk transaksi yang dilakukan.

QRIS Makin Besar, MDR Jadi Perhatian

Perluasan MDR 0% datang ketika penggunaan QRIS terus meningkat.

BI mencatat hingga Juni 2026 terdapat 65,77 juta pengguna QRIS dan 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68% merchant tersebut merupakan UMKM. Sepanjang semester I 2026, QRIS mencatat 12,55 miliar transaksi dengan nilai Rp1,12 kuadriliun, tumbuh 93,92% secara tahunan.

Angka tersebut menunjukkan QRIS bukan lagi sekadar alternatif pembayaran, melainkan telah menjadi bagian penting dari aktivitas transaksi masyarakat.

Dengan basis pengguna dan merchant yang semakin besar, penurunan biaya transaksi untuk nominal kecil berpotensi memperkuat daya tarik pembayaran digital, khususnya bagi pelaku usaha yang mengandalkan transaksi harian bernilai relatif kecil.

Daftar Perubahan QRIS Mulai 1 Oktober 2026

Ada beberapa poin utama yang perlu diketahui:

- MDR QRIS 0% diperluas mulai 1 Oktober 2026.

- Seluruh kategori merchant mendapat MDR 0% untuk transaksi sampai Rp100.000.

- Merchant usaha mikro (UMI) tetap mendapat MDR 0% untuk transaksi sampai Rp500.000.

- Transaksi UMI di atas Rp500.000 dikenakan MDR 0,3%.

- MDR untuk usaha kecil, menengah, dan besar sebelumnya sebesar 0,7%, tetapi transaksi hingga Rp100.000 mulai Oktober mendapat tarif 0%.

- MDR 0% merupakan kebijakan untuk merchant, bukan berarti seluruh biaya yang mungkin muncul pada sisi pengguna otomatis dihapus.

Dengan aturan tersebut, istilah “QRIS 0%” memang tepat untuk menggambarkan kebijakan MDR pada transaksi yang memenuhi batas nominal. Namun, konsumen tetap perlu memahami bahwa “MDR 0%” dan “semua transaksi QRIS gratis” adalah dua hal yang berbeda.

Perluasan kebijakan ini pada akhirnya menjadi kabar baik terutama bagi merchant dengan transaksi kecil dan frekuensi tinggi. Bagi pedagang, setiap transaksi yang terbebas dari MDR berarti ada ruang biaya yang dapat ditekan. Bagi konsumen, manfaatnya lebih banyak hadir secara tidak langsung melalui ekosistem pembayaran yang semakin efisien.

Mulai 1 Oktober 2026, QRIS memang makin murah bagi merchant—tetapi bukan berarti semua transaksi QRIS otomatis bebas biaya.

(bps/katadata/antara/bisnis/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN