Tuesday, September 1, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

QRIS Kini Bisa untuk Bayar Parkir hingga Tiket Wisata di Siantar

Mistar.idSelasa, 1 September 2026 pukul 13.11 WIB
qris_kini_bisa_untuk_bayar_parkir_hingga_tiket_wisata_di_siantar

Kepala BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman. (Foto: Humas BI Siantar/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah di perluas di Pematangsiantar. Mulai dari pembayaran retribusi parkir hingga tiket masuk objek wisata di Kabupaten Simalungun sudah bisa menggunakan QRIS, Selasa (1/9/2026).

Selain pembayaran retribusi parkir di Kota Pematangsiantar dan tiket masuk wisata di Kabupaten Simalungun, Bank Indonesia juga mendukung penerapan pembayaran nontunai di sejumlah ikon wisata lokal, seperti Becak Siantar Asli (BSA) dan Museum Simalungun.

Kepala BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, mengatakan transaksi digital menjadi salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi digital di daerah agar lebih inklusif dan efisien.

"Melalui rangkaian Marpesta QRIS 2026, kami memperkuat ekosistem pembayaran digital, mendorong pemakaian pembayaran non-tunai, dan membuka akses pasar UMKM lebih luas. Semua ini pondasi penting untuk ekonomi daerah yang berkelanjutan," kata Ahmadi, Selasa (1/9/2026).

Penerapan pembayaran digital juga digunakan dalam kegiatan Marpesta Kuliner yang berlangsung pada 28–29 Agustus 2026. Selama dua hari, sebanyak 38 UMKM lokal mencatatkan 1.565 transaksi menggunakan QRIS.

Untuk mendukung daya saing produk lokal, khususnya di sektor kopi, BI Pematangsiantar menggelar pelatihan dan sertifikasi barista profesional bagi pelaku usaha kopi di Pematangsiantar dan sekitarnya.

Di sektor keuangan syariah dan sosial, BI bersama pemerintah daerah, Bank Sumut Syariah, dan Badan Wakaf Indonesia melakukan sertifikasi bagi nazir serta meluncurkan program Wakaf Produktif Gerobak UMKM Masjid Rahmat melalui platform digital SatuWakaf.

Sementara itu, stabilitas harga pangan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pematangsiantar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.

Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai Kartu Kredit Indonesia (KKI), sistem pembayaran domestik terintegrasi QRIS dengan layanan Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Andal (CeMuMuAH). Literasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah turut dilakukan melalui gerakan Peduli Koin.

Ahmadi menyampaikan terima kasih kepada Pemko Pematangsiantar, Forkopimda, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat yang telah mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut.

"Terima kasih sebesar-besarnya untuk Pemko Pematangsiantar, Forkopimda, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat yang sudah ambil bagian. Sinergi ini harus terus dijaga supaya ekonomi digital daerah makin kuat," tutur Ahmadi. (Abdi)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN