Pasar Murah di Binjai Sepi Pembeli, Bantuan Banjir Pengaruhi Minat Warga

Pasar murah yang digelar di Binjai sepi pembeli. (foto:istimewa/mistar)
Binjai, MISTAR.ID
Kegiatan pasar murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kota Binjai di Lapangan Asrama 121 Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, terpantau sepi pembeli.
Hal ini dibenarkan oleh Kabid Ketersediaan dan Ketahanan Pangan, T. Nurhelina, saat dikonfirmasi Jumat (5/12/2025) siang.
"Iya bang, terjadi penurunan pembeli sekitar 50 persen. Karena dari 1,5 ton beras ukuran 5 kilogram, yang tersisa hanya 24 karung saja," ujarnya.
Dijelaskannya, sejak jauh hari pihaknya sudah memprediksi bakal terjadi penurunan jumlah pembeli. Oleh karena itu, mereka hanya menyediakan 1,5 ton beras dari kegiatan pasar murah sebelumnya yang mencapai hingga 3 ton.
"Untuk pasar murah kali ini kami hanya menjual beras dan telur. Sedangkan barang kebutuhan lainnya seperti minyak goreng tidak ada karena banyak dialokasikan untuk bantuan korban banjir," katanya.
Nurhelina menyebut Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Tujuannya agar warga bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Kita berharap ini mampu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi kenaikan harga pangan menjelang hari besar keagamaan," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran GPM diharapkan mampu meringankan beban masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga akhir tahun. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan lebih murah, seperti beras sebanyak 1,5 ton dengan harga Rp59.000 per 5 kg serta telur ayam 50 papan dengan harga Rp52.000 per papan. (hm16)


























