Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Kinerja Ekspor Sumut 2025: Sektor Industri Mendominasi, Tiongkok Tetap jadi Mitra Utama

Mistar.idRabu, 7 Januari 2026 pukul 18.16 WIB
kinerja_ekspor_sumut_2025_sektor_industri_mendominasi_tiongkok_tetap_jadi_mitra_utama

Kepala BPS Sumut, Asim Saputra. (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut), Asim Saputra, memaparkan performa gemilang perdagangan luar negeri Sumatera Utara sepanjang periode Januari hingga November 2025.

Pertumbuhan ekspor tercatat sangat positif, yang didorong oleh akselerasi signifikan pada sektor industri serta penguatan permintaan pada komoditas lemak dan minyak nabati di pasar internasional.

"Sektor industri menjadi tulang punggung utama ekonomi ekspor Sumatera Utara dengan kontribusi mencapai 93,40 persen dari total nilai ekspor," ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Secara nominal, sektor industri mengalami peningkatan luar biasa sebesar 1.516,57 juta Dolar AS atau naik 16,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, sektor pertanian juga menunjukkan pertumbuhan yang sehat sebesar 7,21 persen atau meningkat 50,39 juta Dolar AS, dengan kontribusi sebesar 6,56 persen terhadap total ekspor provinsi.

"Peningkatan nilai ekspor ini paling banyak dipengaruhi oleh sepuluh golongan barang utama (HS 2 digit) yang menyumbang 90,26 persen terhadap total ekspor," katanya.

Golongan lemak dan minyak hewan/nabati mencatatkan kenaikan terbesar senilai 1.042,71 juta Dolar AS atau naik 27,77 persen, disusul berbagai produk kimia yang melonjak 510,46 juta Dolar AS atau naik 40,91 persen.

Namun, tren negatif justru terlihat pada sektor perikanan, di mana golongan ikan dan udang mengalami penurunan ekspor sebesar 25,40 juta Dolar AS atau terkoreksi 7,55 persen.

"Dalam peta perdagangan global, Tiongkok masih mengukuhkan posisinya sebagai mitra dagang terbesar Sumatera Utara dengan nilai transaksi mencapai 1.957,91 juta Dolar AS," ucapnya.

Posisi kedua ditempati Amerika Serikat dengan 1.370,51 juta Dolar AS, diikuti India sebesar 786,82 juta Dolar AS. Ketiga negara ini secara akumulatif menguasai 36,24 persen pangsa ekspor Sumut.

"Secara regional, kawasan Asia di luar ASEAN menjadi pasar paling potensial yang menyerap 38,86 persen barang ekspor, dengan Jepang dan Korea Selatan sebagai negara tujuan utama lainnya yang memberikan nilai signifikan," tuturnya.

Meski sebagian besar negara tujuan menunjukkan tren positif, BPS mencatat adanya kontraksi pada pasar Rusia. Negara tersebut mengalami penurunan nilai ekspor terbesar dibandingkan periode Januari–November 2024, yakni merosot sebesar 61,97 juta Dolar AS.

"Secara keseluruhan, peningkatan nilai ekspor sepuluh golongan barang utama Sumatera Utara pada periode ini mencapai 25,32 persen, yang menandakan daya saing komoditas unggulan daerah masih sangat kuat di pasar mancanegara," katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN