Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Surplus Perdagangan Sumut Capai 6,3 Miliar Dolar AS Sepanjang 2025

Mistar.idRabu, 7 Januari 2026 pukul 18.51 WIB
surplus_perdagangan_sumut_capai_63_miliar_dolar_as_sepanjang_2025

Kepala BPS Sumut, Asim Saputra. (foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut), Asim Saputra, mencatat performa positif neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara yang berhasil membukukan surplus kumulatif sebesar 6.393,99 juta Dolar AS sepanjang periode Januari hingga November 2025.

Meski surplus secara bulanan pada November 2025 sebesar 501,42 juta Dolar AS mengalami penurunan tipis 3,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kekuatan ekspor Sumut tetap mampu menopang neraca perdagangan terhadap negara-negara mitra utama.

"Struktur impor Sumatera Utara yang mencapai total 4.963,78 juta Dolar AS selama sebelas bulan pertama tahun 2025 didominasi oleh kelompok bahan baku atau penolong dengan kontribusi sebesar 78,73 persen atau senilai 3.907,92 juta Dolar AS," ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Hal ini menunjukkan ketergantungan industri manufaktur di Sumatera Utara terhadap pasokan material dari luar negeri tetap tinggi untuk menjaga keberlangsungan produksi. Di sisi lain, barang modal mencatatkan peran 11,36 persen dan barang konsumsi hanya menyumbang 9,91 persen dari total belanja luar negeri provinsi ini.

Berdasarkan komoditasnya, nilai impor terbesar berasal dari golongan bahan bakar mineral senilai 781,40 juta Dolar AS, meski angka ini sebenarnya merupakan penurunan terdalam dibandingkan tahun 2024 dengan kontraksi sebesar 18,11 persen. Sebaliknya, kenaikan impor paling signifikan terjadi pada golongan mesin dan peralatan listrik yang melonjak 56,68 persen, disusul oleh bahan kimia organik.

"Penurunan juga terjadi pada impor ampas atau sisa industri makanan, yang mencerminkan adanya fluktuasi kebutuhan sektor peternakan dan industri pengolahan makanan di dalam daerah," ucapnya.

Tiongkok tetap mengukuhkan posisinya sebagai pemasok barang impor terbesar ke Sumatera Utara dengan nilai 1.468,81 juta Dolar AS atau menguasai hampir 30 persen pasar impor.

Malaysia dan Singapura mengikuti di posisi berikutnya sebagai negara asal utama, di mana kawasan Asia di luar ASEAN secara akumulatif memberikan kontribusi pasokan sebesar 38,68 persen.

"Menariknya, meskipun Tiongkok menjadi pemasok utama, Sumatera Utara tetap berhasil mencatatkan surplus perdagangan sebesar 489,10 juta Dolar AS dengan negara tirai bambu tersebut, serta surplus terbesar dengan Amerika Serikat senilai 1.057,49 juta Dolar AS," ucapnya.

Namun, Asim juga memberikan catatan mengenai defisit perdagangan yang dialami Sumatera Utara dengan beberapa negara tetangga dan mitra strategis lainnya.

"Defisit terdalam tercatat dengan Singapura senilai 360,24 juta Dolar AS dan Malaysia senilai 235,15 juta Dolar AS, yang mengindikasikan bahwa ketergantungan Sumut terhadap produk atau jasa dari kedua negara tersebut masih lebih besar dibandingkan nilai ekspor yang dikirimkan," tuturnya.

Defisit juga terjadi dalam perdagangan dengan Australia, Brazil, dan Argentina, yang menjadi pengingat perlunya penguatan hilirisasi produk lokal agar mampu bersaing lebih kompetitif di pasar negara-negara tersebut.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN