Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

China Perluas Jalur Perdagangan di Afrika, Investasi Capai $300 Miliar

Mistar.idRabu, 7 Januari 2026 19.56
journalist-avatar-top
china_perluas_jalur_perdagangan_di_afrika_investasi_capai_300_miliar

Ilustrasi, China Perluas Jalur Perdagangan di Afrika, Investasi Capai $300 Miliar. (foto:gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Diplomat top China, Menteri Luar Negeri Wang Yi, melakukan kunjungan strategis ke Afrika pada awal 2026 untuk memperkuat akses perdagangan dan pengaruh ekonomi di benua ini. Tur ini menandai fase baru diplomasi ekonomi China, dengan fokus pada konektivitas, perdagangan, dan proyek infrastruktur.

Sorotan Utama Kunjungan Diplomatik

1. Titik Strategis Afrika

Wang Yi mengunjungi negara-negara penting seperti Ethiopia, Somalia, Tanzania, dan Lesotho. Setiap lokasi memiliki peran strategis:

- Somalia: Minat China di jalur laut Gulf of Aden, jalur vital menuju Terusan Suez.

- Tanzania: Memperkuat jalur ekspor mineral melalui Tazara Railway.

- Lesotho: Dukungan China terhadap negara berkembang lewat akses pasar bebas tarif.

2. Volume Perdagangan Rekor Baru

Perdagangan bilateral China-Afrika mencapai $295,6 miliar pada 2024, menegaskan posisi China sebagai mitra dagang terbesar benua Afrika. Program bebas tarif untuk produk dari 53 negara Afrika semakin memperluas akses pasar.

3. Investasi dan Infrastruktur

China terus menginvestasikan miliaran dolar dalam kereta, pelabuhan, dan zona ekonomi di Afrika. Salah satu proyek utama, Tazara Railway, kini dalam renovasi untuk meningkatkan konektivitas regional dan mendukung ekspor pertambangan dari Zambia dan Tanzania.

4. Belt and Road dan Strategi Geopolitik

Jalur perdagangan baru ini bagian dari Belt and Road Initiative (BRI), yang menghubungkan Afrika dengan jaringan global China. Strategi ini tidak hanya soal ekonomi: China menempatkan diri sebagai mitra strategis alternatif di tengah persaingan global dengan AS dan Uni Eropa.

Fakta Menarik dan Angka

- Investasi China di Afrika diperkirakan mencapai $300 miliar, termasuk pembangunan infrastruktur dan zona industri.

- Perdagangan bilateral China-Afrika tumbuh rata-rata 7–8% per tahun sejak 2015.

- Program akses pasar bebas tarif mencakup lebih dari 5.000 produk dari 53 negara Afrika.

- Proyek BRI di Afrika telah menciptakan lebih dari 200.000 lapangan kerja lokal.

Tantangan dan Kritik

Meskipun proyek ini mendorong pertumbuhan ekonomi, sejumlah pengamat menyoroti potensi ketergantungan finansial, utang tinggi, dan dominasi pasar yang mungkin mengurangi kedaulatan ekonomi lokal.

Kesimpulan: Kunjungan Wang Yi dan strategi perdagangan China menegaskan arah baru diplomasi ekonomi Beijing: memperluas jalur perdagangan, memperkuat investasi, dan meningkatkan pengaruh global di Afrika.

Dengan total investasi mencapai $300 miliar dan perdagangan bilateral mendekati $300 miliar, China semakin menegaskan posisinya sebagai mitra strategis utama Afrika, sambil memanfaatkan kekuatan ekonomi untuk diplomasi global.

(berbagaisumber/ai/hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN