Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

China Tembakkan Misil ke Taiwan, Latihan Militer Terbesar Akhir 2025

Mistar.idSelasa, 30 Desember 2025 pukul 16.09 WIB
china_tembakkan_misil_ke_taiwan_latihan_militer_terbesar_akhir_2025

China simulasikan blokade laut terhadap Taiwan. (foto:reuters/mistar)

news_banner

Taipei, MISTAR.ID

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China menggelar latihan militer skala besar pada hari kedua di sekitar Taiwan, Selasa (30/12/2025).

Dalam latihan bertajuk “Justice Mission 2025” tersebut, China melakukan unjuk kekuatan dengan menembakkan misil dan peluru tajam.

Latihan ini disebut bertujuan menunjukkan kemampuan China dalam menghalangi dukungan bersenjata eksternal terhadap Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri namun diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.

Komando Teater Timur PLA mengerahkan kapal perusak, fregat, pesawat tempur, dan pesawat pembom ke perairan utara dan selatan Taiwan untuk menguji koordinasi dan kemampuan blokade laut-udara. Pasukan darat China juga melakukan latihan tembakan jarak jauh di perairan utara Taiwan, serta latihan tembakan langsung dan simulasi serangan gabungan di wilayah selatan pulau tersebut.

Juru bicara Komando Teater Timur PLA, Li Xi, menyebut latihan tersebut berhasil mencapai “efek yang diinginkan”.

Manuver militer ini meningkatkan ketegangan di kawasan Selat Taiwan menjelang akhir tahun 2025. Dampaknya tidak hanya terasa secara militer, tetapi juga mengganggu aktivitas sipil. Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan menyatakan bahwa tujuh zona berbahaya sementara telah ditetapkan di sekitar selat tersebut.

Akibatnya, lebih dari 100 penerbangan internasional dan domestik mengalami perubahan jadwal, penundaan, hingga pembatalan pada Selasa sore.

Kantor berita resmi China, Xinhua, dalam komentarnya menyebut latihan ini sebagai pesan tegas bahwa Beijing siap mencegah segala upaya pemisahan Taiwan dari China. Setiap eskalasi disebut akan dibalas dengan tindakan yang lebih kuat.

Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan pihaknya akan bertindak secara bertanggung jawab dan tidak memprovokasi konflik. Ia menyebut peningkatan tekanan militer China tidak mencerminkan sikap negara besar yang bertanggung jawab.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan mendeteksi 130 pesawat militer China, termasuk jet tempur dan pembom, serta 14 kapal perang dan delapan kapal resmi lainnya di sekitar pulau tersebut dalam kurun waktu 24 jam. Sebanyak 90 pesawat China dilaporkan melintasi garis tengah Selat Taiwan, dan sebuah balon militer China juga terdeteksi.

Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo menyebut aksi militer China sangat provokatif dan berpotensi mengganggu stabilitas regional, jalur pelayaran, aktivitas perdagangan, serta rute penerbangan internasional.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Pertahanan China Zhang Xiaogang menyatakan latihan ini merupakan peringatan keras bagi kelompok separatis “kemerdekaan Taiwan” dan kekuatan eksternal.

Latihan militer ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan China–Taiwan, menyusul pengumuman Amerika Serikat terkait rencana penjualan senjata bernilai lebih dari 10 miliar dolar AS kepada Taiwan, yang memicu kecaman keras dari Beijing. (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN