Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS Setujui Paket Senjata $11,1 Miliar untuk Taiwan, Ketegangan dengan China Meningkat

Mistar.idJumat, 19 Desember 2025 pukul 14.55 WIB
as_setujui_paket_senjata_111_miliar_untuk_taiwan_ketegangan_dengan_china_meningkat

Ilustrasi, AS Setujui Paket Senjata $11,1 Miliar untuk Taiwan. (foto:tangkapan layar video reuters/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Amerika Serikat resmi menyetujui paket penjualan senjata senilai US$11,1 miliar (sekitar Rp185 triliun) kepada Taiwan — paket persenjataan terbesar yang pernah diajukan Washington untuk Taipei — di tengah meningkatnya tekanan militer dan diplomatik dari China.

Paket tersebut kini memasuki tahap notifikasi resmi ke Kongres AS, yang memberi waktu 30 hari bagi parlemen untuk meninjau, menentangnya, atau menerima sebelum persetujuan final.

Komponen Utama dalam Paket Persenjataan

Paket senjata yang diusulkan mencakup beragam sistem militer canggih, antara lain:

- High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) — sistem roket bergerak yang mampu menyerang dengan akurasi tinggi dan jangkauan panjang.

- Self-Propelled Howitzers — artileri bergerak yang memberikan dukungan tembakan berat kepada pasukan darat.

- Drone loitering (munitions) — drone yang mampu bertahan di udara lebih lama dan menyerang target dengan presisi.

- Rudal anti-tank (Javelin & TOW) serta perlengkapan pendukung dan perangkat lunak militer.

Paket ini dirancang mendukung strategi perang asimetris Taiwan — yaitu memperkuat pertahanan yang efektif dengan biaya relatif lebih rendah dibanding sistem perang konvensional.

Respons Taiwan dan Upaya Pertahanan Nasional

Pemerintah Taiwan menyambut baik keputusan Washington. Juru bicara kantor kepresidenan menyatakan paket ini akan membantu Taipei memperkuat kemampuan pertahanan diri dan menambah daya tangkal terhadap potensi ancaman agresi militer di Selat Taiwan.

Presiden Taiwan Lai Ching-te sebelumnya juga telah mengusulkan anggaran pertahanan tambahan senilai US$40 miliar untuk periode 2026-2033, menegaskan bahwa “tidak ada ruang untuk kompromi dalam hal keamanan nasional”.

Reaksi China dan Ketegangan Regional

China mengecam keras keputusan AS tersebut. Kementerian Luar Negeri Beijing menyebut penjualan senjata itu “secara serius mengancam perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.” China menyerukan agar AS mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut dan menghormati prinsip One China, yang menjadi dasar klaim kedaulatan Beijing atas Taiwan.

Juru bicara kementerian asing China menambahkan bahwa dukungan AS dapat menyulut aspirasi separatis di Taipei dan meningkatkan risiko konflik bersenjata di kawasan jika ketegangan terus berlanjut.

Reaksi Beijing ini muncul saat ketegangan militer di kawasan Indo-Pasifik sudah meningkat, termasuk patroli udara dan latihan militer China dekat Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.

Dampak Geopolitik yang Mendasar

Paket persenjataan tersebut dipandang sebagai sinyal kuat dukungan AS terhadap Taiwan, sekaligus pengingat bahwa isu Taiwan tetap menjadi titik rawan dalam hubungan AS–China.

Para analis menyatakan bahwa keputusan ini berpotensi:

- Mengubah peta strategi keamanan regional, terutama bagi sekutu AS di Asia Timur dan Asia Tenggara.

- Mendorong Taiwan mempercepat modernisasi militernya agar mampu menghadapi ancaman konvensional dan non-konvensional.

- Menguji kembali stabilitas hubungan Washington–Beijing di tengah upaya kedua negara menjalin kerja sama ekonomi yang lebih erat.

Meski begitu, pemerintah AS menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen mereka di bawah Taiwan Relations Act, yaitu membantu Taipei mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai tanpa mengubah status politik pulau tersebut.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN