Tuesday, September 15, 2026
home_banner_first
EKONOMI

KAI Divre I Sumut Serap 2,28 Juta Liter BBM Subsidi hingga Agustus 2026

Mistar.idSelasa, 15 September 2026 pukul 19.20 WIB
kai_divre_i_sumut_serap_228_juta_liter_bbm_subsidi_hingga_agustus_2026

Masyarakat melakukan face recognition di Stasiun Medan. (Foto: PT KAI Divre I Sumut)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (15/9/2026) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) menyerap 2.289.400 liter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk operasional kereta api penumpang sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Pendistribusian BBM bersubsidi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi publik yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat melalui Public Service Obligation (PSO).

Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan penggunaan transportasi kereta api memiliki tingkat efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan transportasi pribadi.

“Kereta bisa mengangkut ratusan hingga ribuan penumpang dalam sekali jalan, sehingga energi untuk mobilitas per orang jauh lebih efisien daripada menggunakan kendaraan pribadi,” katanya, Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan data, selama delapan bulan pertama 2026, kereta api PSO di wilayah Divre I Sumut telah melayani 1.288.858 pelanggan melalui 3.402 perjalanan kereta api bersubsidi.

Rute angkutan tersebut meliputi KA Putri Deli relasi Medan-Tanjungbalai PP, KA Siantar Ekspres relasi Medan-Siantar PP, dan KA Datuk Blambangan relasi Tebing Tinggi-Lalang PP.

“Jumlah perjalanan yang lebih sedikit tentu lebih efisien dalam penggunaan bahan bakarnya. Masyarakat yang memilih kereta api memberi efek domino, yaitu mengurangi kendaraan pribadi, menekan kebutuhan BBM, serta membuat mobilitas lebih efisien,” ucapnya.

Selain efisiensi konsumsi energi, KAI Divre I Sumut juga berkomitmen menerapkan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Dari total serapan sebanyak 2,2 juta liter BBM, sekitar 525.004 liter di antaranya merupakan Biosolar B50.

Operasional dengan menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan tersebut telah diterapkan sejak 5 Juli 2026 dengan mengaplikasikan Biosolar B50 untuk seluruh jenis sarana kereta api yang beroperasi.

Anwar mengatakan pihaknya berkomitmen terus menjaga keandalan operasional, standar keselamatan, dan kualitas pelayanan agar kereta api tetap menjadi moda transportasi andalan masyarakat.

“Pilihan masyarakat menggunakan kereta api mendukung pemerintah mengurangi kepadatan di jalan raya serta membuat penggunaan BBM bersubsidi menjadi lebih efisien dan tepat sasaran,” ujar Anwar.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN