Bulog Siantar Belum Serap Hasil Panen Petani, Ini Alasannya

Petani di Simalungun sedang menjemur jagung. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Hingga pertengahan Januari 2026, Bulog Pematangsiantar belum menyerap hasil panen petani karena masih menunggu terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) serta penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Asisten Manajer Supply Chain and Public Service (SCPS) Bulog Pematangsiantar, Aryo Wibisono, mengatakan saat ini Bulog siap untuk menyerap jagung petani. “Namun, kami belum menerima secara resmi Inpres tentang penyerapan jagung itu dan penugasan dari Bapanas,” ujarnya kepada Mistar, Kamis (15/1/2026).
Aryo menjelaskan, Perum Bulog Kantor Cabang Pematangsiantar sepanjang 2025 telah menyerap sebanyak 422.336 kilogram jagung pipil dari petani guna meningkatkan ketahanan pangan.
“Penyerapan jagung pipil tersebut dilakukan di wilayah kerja Bulog Siantar,” ucapnya.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Simalungun, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Toba, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kabupaten Samosir, serta Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
“Penyerapan jagung dimaksimalkan melalui kerja sama dan sosialisasi kepada gabungan kelompok tani, pemerintah setempat, serta pemangku kepentingan lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, para petani dapat menjual jagung ke Bulog dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani dengan kadar air 18 hingga 20 persen. Sementara itu, harga di Gudang Bulog sebesar Rp6.400 per kilogram dengan kadar air 14 persen. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Gula Pasir di Pasar Tradisional Medan Naik Rp500 per Kg





















