Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EDUKASI

SEC X Dorong Siswa Medan Bangun Mental Entrepreneur Sejak Dini

Mistar.idSenin, 16 Februari 2026 pukul 11.19 WIB
sec_x_dorong_siswa_medan_bangun_mental_entrepreneur_sejak_dini

Foto bersama para narasumber maupun pendukung kegiatan SEC Ignatius Grup. (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Semangat kewirausahaan mulai ditanamkan sejak usia dini melalui Stignas Entrepreneur Championship (SEC) ke-10 yang digelar Ignatius Grup di Kota Medan. Ajang ini melibatkan peserta dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA), bahkan menarik minat siswa dari luar daerah, sebagai upaya membangun mental entrepreneur dan karakter kreatif generasi muda.

Ketua Panitia, Evi Daniati Purba, menyebut ajang tahunan ini tidak hanya berasal dari Kota Medan, tetapi juga dari luar daerah, seperti Sidikalang. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kolaboratif yang menanamkan integritas, kreativitas, dan kerja sama antarpeserta didik.

Selain sebagai wadah pengembangan potensi siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun jejaring dan silaturahmi dengan sekolah-sekolah lain di Kota Medan.

“Melalui SEC ke-10 ini, kami berharap semangatnya terus tumbuh dalam diri seluruh anak didik dan komunitas pendidikan, sehingga bersama-sama membentuk generasi yang kreatif, mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya saat ditemui Mistar, Senin (16/2/2026).

Evi menjelaskan, pihak sekolah menghadirkan berbagai lomba yang dirancang untuk mengasah kemampuan akademik, kreativitas, olahraga, dan seni peserta didik. Tahun ini, terdapat empat jenis perlombaan yang dipertandingkan, yakni Olimpiade Akbar yang diikuti sekitar 1.019 siswa dari berbagai jenjang, futsal dengan peserta sebanyak 40 tim, lomba poster mini diikuti 129 peserta, serta lomba business plan yang juga diramaikan oleh 40 tim.

Ketua Yayasan Seri Amal, Suster Gaudensia Sihaloho KSSY, menilai satu dekade perjalanan SEC menjadi proses panjang pembelajaran tentang keberanian, kegagalan, dan pertumbuhan karakter.

Ia menambahkan, sekolah Santo Ignatius memiliki kekhasan dengan mengintegrasikan kurikulum nasional yang dipadukan dengan muatan entrepreneurship dan kurikulum karakter Imago Dei. SEC dipandang bukan hanya sebagai lomba, melainkan ruang pembentukan nilai.

“Entrepreneurship bukan pertama-tama soal keuntungan, tetapi soal mindset, keberanian bermimpi, kejujuran dalam proses, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Ia menegaskan, semangat kewirausahaan yang ditanamkan sejak TK hingga SMA tidak bertujuan semata mencetak pebisnis, melainkan membentuk generasi pemecah masalah yang peka terhadap kebutuhan masyarakat dan berani menghadirkan solusi.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Erina Manik, mengapresiasi SEC sebagai ruang pengembangan minat dan bakat peserta didik yang dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Hal ini, sebutnya, dapat menjadi panggung bagi anak-anak untuk menampilkan potensi terbaiknya dan mendorong agar SEC terus menjadi agenda berkelanjutan. “Kegiatan ini membangun ruang bagi anak-anak untuk berkembang menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri,” katanya.

Erina juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung mimpi anak-anak. Menurutnya, pendidikan karakter dan pengembangan potensi akan berjalan optimal jika didukung oleh kedua lingkungan tersebut secara selaras.

“Anak-anak memiliki dua sayap, yaitu sekolah dan keluarga. Jika keduanya berjalan seiring, maka mimpi anak-anak akan lebih mudah tercapai,” ujarnya. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN