Tuesday, August 11, 2026
home_banner_first
SUMUT

Tanjungbalai Kota Kerang: Identitas Baru untuk Dongkrak Pariwisata

Mistar.idSelasa, 11 Agustus 2026 pukul 16.11 WIB
tanjungbalai_kota_kerang_identitas_baru_untuk_dongkrak_pariwisata

Peluncurkan logo city branding “Tanjungbalai Kota Kerang”. (foto: Pemko Tanjungbalai/Mistar)

news_banner

Tanjungbalai, MISTAR.ID - Wali Kota Mahyaruddin Salim meluncurkan logo city branding “Tanjungbalai Kota Kerang”, menandai langkah baru dalam memperkuat jati diri kota pesisir di Pantai Timur Sumatera Utara, Selasa (11/8/2026).

Di balik logo tersebut, terdapat gagasan besar untuk membangun identitas kota yang lebih kuat, mudah dikenali, dan mampu bersaing di tengah perkembangan pariwisata serta ekonomi digital.

Mahyaruddin mengatakan, peluncuran logo menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas Tanjungbalai sebagai kota pesisir yang memiliki karakter dan potensi tersendiri.

Menurutnya, penyebutan “Tanjungbalai Asahan” juga diharapkan semakin mempertegas identitas geografis kota, sehingga tidak lagi menimbulkan kerancuan dengan daerah lain yang menggunakan nama “Tanjung”, seperti Tanjungbalai Karimun maupun Tanjungpinang.

“Kita berharap dengan telah diluncurkan dan digunakan secara konsisten, logo city branding ini dapat memperkuat identitas Kota Tanjungbalai yang berada di pesisir Pantai Timur Sumatera Utara,” ujarnya.

Ia berharap identitas baru tersebut tidak berhenti dikenal di tingkat lokal maupun regional Sumatera Utara, tetapi mampu membawa nama Tanjungbalai hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Mahyaruddin berharap city branding tersebut mampu mendorong lebih banyak wisatawan datang dan mengenal langsung Tanjungbalai.

“Harapannya dapat menarik kunjungan wisatawan, khususnya lokal dan dari provinsi yang berdekatan dengan Sumatera Utara untuk datang berkunjung, melihat langsung kota kita serta menikmati kuliner kerang yang telah dikenal luas,” ucapnya.

Ia menyebut city branding “Tanjungbalai Kota Kerang” dirancang untuk menjawab tantangan era digital sekaligus memperkuat posisi Tanjungbalai sebagai salah satu kota tujuan wisata di kawasan pesisir Pantai Timur Selat Malaka.

“City branding ini bukan sekadar logo, tetapi sistem yang menghubungkan identitas kota dengan pengalaman digital,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN