Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

Setiap Tahun Desa se-Kabupaten Labuhanbatu Mendapat Dukungan Dana Rp25 Miliar

Mistar.idSenin, 23 Februari 2026 pukul 12.07 WIB
setiap_tahun_desa_sekabupaten_labuhanbatu_mendapat_dukungan_dana_rp25_miliar

Asisten III Pemkab Labuhanbatu, Zaid Harahap, memimpin apel gabungan. (foto: yazis/mistar)

news_banner

Labuhanbatu, MISTAR.ID

Berdasarkan peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2026 tentang pengalokasian dana desa, setiap desa tahun 2026 untuk Kabupaten Labuhanbatu mendapat dukungan dana desa sebesar Rp25 miliar.

Asisten III Pemkab Labuhanbatu, Zaid Harahap, mengatakan dana tersebut diperuntukkan sebagai pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Zaid menyebut, pemerintah pusat melalui peraturan Menteri Desa Pembangunan daerah tertinggal nomor 16 tahun 2025 tentang petunjuk operasional atas fokus pengembangan dana desa tahun 2026, bahwa penggunaan dana desa diprioritaskan untuk peningkatan ekonomi, kesehatan, infrastruktur, ketahanan pangan, koperasi dan program sektor prioritas lainnya di desa termasuk pengembangan potensi dan keunggulan desa.

“Khusus penggunaan dana desa untuk dukungan program koperasi merah putih sesuai instruksi presiden no 9 tahun 2025, tentang percepatan pembentukan koperasi Desa/Kelurahan merah putih yang diperuntukkan untuk pemerataan ekonomi di desa,” ujarnya saat memimpin apel gabungan kelompok I di lingkungan Pemkab Labuhanbatu, Senin (23/2/2026).

Zaid mengatakan koperasi desa/kelurahan perlu dilakukan langkah-langkah strategis, terpadu, terintegrasi dan terkoordinasi dalam upaya mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan berkelanjutan.

“Langkah ini memerlukan koordinasi yang strategis dan terintegrasi. Kita ingin mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan sebagai perwujudan Asta Cita kedua, serta pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi sebagai wujud Asta Cita keenam,” ucapnya.

Zaid juga menekankan penguatan sektor koperasi desa adalah bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045, dimana desa diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN