Petani Ikan Deli Serdang Klaim Selamatkan 20 Ribu Ikan dari Dugaan Limbah Peternakan

Petani ikan bermarga Tarigan menunjukkan kolam miliknya yang berhasil menyelamatkan sekitar 20 ribu ekor ikan dari dugaan pencemaran limbah peternakan. (Foto: Matius/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Seorang petani ikan lanjut usia bermarga Tarigan mengaku berhasil menyelamatkan sekitar 20 ribu ekor ikan mas miliknya dari dugaan pencemaran limbah yang diduga berasal dari peternakan sapi di Kabupaten Deli Serdang.
Saat ditemui wartawan, Kamis (30/7/2026), Tarigan mengatakan sedikitnya belasan petani ikan di tiga kecamatan mengalami kerugian akibat kematian ikan secara massal dalam dua pekan terakhir.
Warga Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, itu menduga kematian ikan terjadi akibat aliran sungai kecil yang digunakan sebagai sumber sirkulasi air kolam tercemar limbah dari peternakan sapi milik perusahaan yang berada di sekitar aliran sungai.
Beruntung, dua kolam miliknya berhasil diselamatkan setelah ia segera menutup saluran air menuju kolam begitu mendapat informasi adanya ikan yang mati diduga akibat keracunan.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada 17 Juli 2026. Saat itu, Tarigan menerima telepon dari anggota keluarganya yang mengabarkan kolam ikan di bagian hulu telah mengalami kematian massal.
"Saat itu dapat kabar dari atas kalau ikan sudah keracunan. Adik-adik bilang, 'jaga kolam itu, amankan'. Makanya saya tutup semua aliran air masuk sehingga kolam kami selamat," kata Tarigan.
Ia mengaku bersyukur sekitar 20 ribu ekor ikan mas miliknya selamat, sementara kolam milik petani lain yang berada di hilir ikut terdampak.
Menurut Tarigan, jika ikan-ikannya ikut mati, kerugian yang dialaminya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Pasalnya, biaya pakan selama tiga bulan saja mencapai sekitar Rp134 juta.
"Untuk biaya pakan saja sekitar Rp134 juta. Satu karung pakan berat 50 kilogram harganya Rp560 ribu," ujarnya.
Tarigan menjelaskan dua kolam miliknya mampu menghasilkan sekitar 7 hingga 8 ton ikan dalam satu kali panen. Setelah menutup saluran air selama empat hari karena khawatir tercemar, ia kembali membuka aliran sungai setelah kondisi dinilai aman.
Sebelumnya diberitakan, sekitar 14 kepala keluarga petani ikan di tiga kecamatan di Kabupaten Deli Serdang mengalami gagal panen akibat dugaan pencemaran limbah peternakan sapi milik PT Indofarm Sukses Makmur di Desa Lantasan Baru, Kecamatan Patumbak.
Limbah tersebut diduga mengalir ke sungai yang selama ini menjadi sumber utama pasokan air kolam ikan di Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, serta Desa Medan Sinembah, Kecamatan Tanjung Morawa.
Salah seorang petani ikan berinisial ML mengaku total ikan yang mati milik dirinya dan petani lainnya mencapai sekitar 28 ton. Kerugian diperkirakan mencapai Rp900 juta, termasuk biaya pakan, bibit, dan potensi hasil panen.
"Kejadiannya saat ikan sudah siap panen. Kerugian sekitar Rp900 juta, termasuk biaya pakan dan bibit. Total ikan yang mati diperkirakan sekitar 28 ton," katanya.
Sementara itu, juru bicara PT Indofarm Sukses Makmur, Jio, mengatakan dugaan penyebab kematian ikan masih menunggu hasil penyelidikan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang.
Ia mengakui telah dilakukan musyawarah antara perusahaan, petani, dan Dinas Lingkungan Hidup pascakejadian tersebut. Namun, penyebab pasti dugaan pencemaran belum dapat dipastikan.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang," ujarnya.






















