Perwira Polda Sumut Susuri Sungai Salurkan Bantuan ke Desa Terisolir di Langkat

Proses pendistribusian logistik bantuan oleh perwira Polda Sumut ke daerah terisolir di Tanjung Pura. (foto: istimewa/mistar)
Langkat, MISTAR.ID
Para perwira Polda Sumut yang tergabung dalam Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 54 Gelombang I Resimen Dharma Rhakshaka Nayaka Nusantara Tahun 2025 menyalurkan bantuan sembako ke Dusun III Bagan Udang, Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat. Bantuan diangkut menggunakan perahu sampan karena akses jalan darat hingga kini masih terputus akibat banjir besar.
Satu truk logistik berisi paket sembako dipindahkan ke perahu untuk kemudian diteruskan melalui aliran Sungai Batang Serangan. Pengiriman dipimpin Komandan Resimen, Ipda Rahmat Tumanggor, beserta sejumlah perwira lainnya.
“Seluruh bantuan ini merupakan donasi dari para perwira SIP Angkatan 54. Kami berharap dapat meringankan beban masyarakat di wilayah yang terisolir, khususnya di Dusun Bagan Udang,” ujarnya, Minggu (7/12/2025).
Tanjung Pura menjadi wilayah terdampak banjir terparah dari 23 kecamatan di Kabupaten Langkat. Dusun III Bagan Udang termasuk daerah yang terisolir total akibat kerusakan akses jalan.
Bencana ini berdampak pada 289.432 jiwa atau 72.358 KK. Sebanyak 20.270 warga mengungsi dan 11 orang meninggal dunia. Melihat situasi tersebut, para perwira SIP kemudian bergerak ke daerah yang belum tersentuh bantuan.
Perjalanan 4 Km Menyusuri Sungai
Rombongan bertolak dari Polres Langkat menuju Jembatan Tanjungpura untuk memindahkan seluruh logistik ke perahu. Perjalanan sejauh empat kilometer ditempuh dalam waktu 30 menit melalui derasnya arus Sungai Batang Serangan.
Sesampainya di Dusun Bagan Udang, ratusan warga menyambut dengan penuh haru. Proses pembagian sembako berlangsung dengan gotong royong antara masyarakat dan personel kepolisian. Banyak warga mengaku telah berhari-hari bertahan tanpa bantuan.
Selain menyalurkan logistik, polisi wanita yang ikut dalam rombongan juga membuka layanan pendampingan psikososial dan trauma healing bagi anak-anak.
“Dalam kondisi bencana, bukan hanya fisik yang terdampak. Anak-anak juga mengalami tekanan psikologis. Kami ingin membantu memulihkan rasa aman dan kenyamanan mereka,” kata Rahmat.
Usai seluruh bantuan dibagikan, rombongan kembali menyusuri sungai menuju titik awal. Kepulangan mereka diiringi lambaian tangan warga yang menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan dalam masa sulit. (hm24)





















