Pers Mahasiswa Resonansi Justisia UNA Audiensi dengan PWI Asahan, Siapkan Pelatihan Jurnalistik Dasar

Pengurus Pers Mahasiswa Resonansi Justitia saat beraudiensi ke kantor PWI Asahan. (foto: Perdana / Mistar)
Asahan, MISTAR.ID (4/11/2026) – Pers Mahasiswa Resonansi Justisia dari Fakultas Hukum Universitas Asahan (UNA) melakukan audiensi ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Asahan, Rabu (4/11/2026), menjelang kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PLTD) yang akan diselenggarakan unit kegiatan mahasiswa tersebut.
Pada kesempatan itu, Ketua Pers Mahasiswa Resonansi Justisia, Muhammad Fahri, mengatakan pihaknya sebagai lembaga jurnalistik kampus ingin menjalin kerja sama dengan PWI Asahan untuk memberikan pendampingan materi jurnalistik pada PLTD yang rencananya akan dilaksanakan pada 12–14 November 2026 mendatang.
"Saat ini pers mahasiswa kami telah menerima sebanyak 16 orang calon anggota yang nantinya dalam PLTD ini akan diberikan pembekalan ilmu jurnalistik. Beberapa materi akan diisi oleh abang-abang dari PWI Asahan," kata Fahri.
Dalam audiensi tersebut, pengurus pers mahasiswa ini juga mendapatkan beberapa masukan terkait persiapan kegiatan, khususnya mengenai keredaksian pers kampus. Rombongan diterima oleh Ketua PWI Asahan, Sapriadi, Sekretaris Perdana Ramadhan, dan Seksi Hubungan Kerja Sama, Arifin.
"Kegiatan pelatihan jurnalistik dasar nanti akan memberikan pemahaman mengenai konsep dasar penulisan jurnalistik, kode etik, fotografi dan videografi, hingga praktik langsung di lapangan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Asahan, Sapriadi, didampingi jajaran pengurus, mengatakan sebagai organisasi profesi wartawan, PWI menyambut baik program tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi memberikan wawasan kepada peserta pelatihan jurnalistik.
"Periode lalu, kami di PWI Asahan memiliki program sekolah jurnalistik yang pesertanya mahasiswa dari berbagai kampus di Asahan. Hadirnya Pers Mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Asahan ini juga menjadi harapan baik bagi dunia kewartawanan di Asahan ke depan. Bukan tidak mungkin akan ada generasi baru dari dunia pers kampus ini," ujarnya.
Sapriadi, yang juga pernah memimpin lembaga pers mahasiswa kampus pada 2007–2008 saat masih berkuliah, berpesan agar mahasiswa yang aktif berkegiatan di pers kampus tetap fokus pada pembelajaran di perkuliahan sehingga dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
"Jadikan pers mahasiswa ini sebagai tempat belajar, tempat membangun koneksi. Kuliah yang utama itu jangan ditinggalkan. Bukan tidak mungkin pengalaman di Pers Mahasiswa ini nantinya dapat mengantarkan adik-adik masuk atau bekerja di perusahaan media nasional jika pada akhirnya ingin memilih wartawan sebagai langkah karier setelah kuliah," pesannya. (hm27)











































