Friday, October 30, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pemkab Samosir Salurkan 1,25 Juta Bibit Kopi kepada 245 Kelompok Tani

Mistar.idJumat, 30 Oktober 2026 pukul 16.04 WIB
pemkab_samosir_salurkan_125_juta_bibit_kopi_kepada_245_kelompok_tani

Bupati Samosir, Vandiko Gultom, secara simbolis menyerahkan bantuan bibit kopi kepada perwakilan kelompok tani penerima. (Foto: Diskominfo Samosir)

Samosir, MISTAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menyalurkan 1.250.000 batang bibit kopi dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI kepada 245 kelompok tani di Kabupaten Samosir.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kawasan perkebunan untuk mendukung perluasan areal tanam kopi hingga 1.250 hektare sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Penyaluran bantuan ditandai dengan pelepasan truk pengangkut bibit kopi oleh Bupati Samosir, Vandiko Gultom, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Samosir, Kamis (29/10/2026), di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir.

Selain bibit kopi, petani juga menerima bantuan biaya pembuatan lubang tanam sebesar Rp1.170.000 per hektare, dengan total anggaran lebih dari Rp1,4 miliar. Petani juga mendapatkan bantuan pupuk organik dan pupuk granul.

Bupati Samosir, Vandiko Gultom, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan dan bantuan yang diberikan kepada petani di Kabupaten Samosir.

"Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Samosir. Ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan perkebunan kopi dan meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Ia menyebutkan, pengembangan perkebunan kopi merupakan salah satu kebijakan pemerintah pusat untuk memperkuat komoditas pertanian. Pemkab Samosir akan terus memberikan dukungan melalui pendampingan dan pengawasan terhadap pengembangan perkebunan kopi.

Vandiko juga meminta seluruh kelompok tani penerima bantuan agar menanam dan merawat bibit yang diberikan serta tidak memperjualbelikannya.

"Apa yang sudah kita terima harus kita tanam dan rawat dengan baik. Bantuan ini jangan diperjualbelikan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, menyampaikan bahwa pengembangan perkebunan kopi di Kabupaten Samosir telah dilakukan sejak 2022 melalui perluasan areal tanam dan peremajaan tanaman.

Tumiur menjelaskan, bantuan bibit kopi tersebut akan ditanam di lahan seluas 1.250 hektare. Dari jumlah tersebut, 680 hektare dialokasikan untuk pengembangan tanaman kopi baru, sedangkan 570 hektare lainnya untuk peremajaan tanaman kopi yang sudah ada.

"Bibit yang disalurkan merupakan jenis kopi Arabika Gayo 3. Jenis ini memiliki potensi produksi yang baik karena adaptif dengan kondisi Samosir," katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN