Friday, October 30, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Laba CBDK Tembus Rp1,82 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 39 Persen

Mistar.idJumat, 30 Oktober 2026 pukul 16.34 WIB
laba_cbdk_tembus_rp182_triliun_hingga_september_2026_tumbuh_39_persen

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) (Foto: Istimewa/Mistar)

Jakarta, MISTAR.ID – Emiten properti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,82 triliun hingga 30 September 2026, meningkat 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,31 triliun.

Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bersih perseroan sebesar 11 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Pendapatan CBDK tercatat mencapai Rp2,56 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari serah terima kavling tanah komersial di kawasan Central Business District (CBD) PIK2. Segmen ini mengalami pertumbuhan 67 persen secara tahunan dan menyumbang sekitar 80 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

Serah Terima Produk Komersial Dorong Pendapatan CBDK

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengatakan pencapaian hingga September 2026 menunjukkan kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan di tengah kondisi industri properti yang belum sepenuhnya pulih.

Menurutnya, kinerja perseroan ditopang oleh aktivitas serah terima sejumlah produk komersial yang dikembangkan di kawasan PIK2, Tangerang.

Produk tersebut mencakup SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, dan Rukan Little Siam.

Selain peningkatan pendapatan, CBDK juga berhasil melakukan efisiensi pada sisi biaya operasional, khususnya beban pokok pendapatan.

Beban Pokok Turun, Laba Kotor Naik 27,65 Persen

CBDK mencatatkan penurunan beban pokok pendapatan menjadi Rp519,64 miliar hingga September 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp701,59 miliar.

Penurunan beban pokok pendapatan tersebut turut meningkatkan laba kotor perseroan sebesar 27,65 persen secara tahunan menjadi Rp2,03 triliun.

Sebagai perbandingan, laba kotor CBDK pada periode yang sama tahun lalu tercatat sebesar Rp1,59 triliun.'


Perbaikan pada pendapatan dan pengendalian beban menjadi faktor yang mendukung peningkatan laba perusahaan sepanjang periode Januari-September 2026.

Aset CBDK Capai Rp22,4 Triliun

Dari sisi posisi keuangan, CBDK membukukan total aset sebesar Rp22,4 triliun per 30 September 2026.

Sementara itu, total ekuitas perseroan meningkat 12 persen menjadi Rp13,7 triliun dibandingkan posisi akhir 2025.

Struktur keuangan perusahaan juga didukung oleh posisi kas bersih atau net cash sebesar Rp3,4 triliun.

Kondisi tersebut menjadi salah satu modal bagi CBDK untuk melanjutkan pengembangan kawasan properti yang dikelolanya.

PIK2 Didukung Land Bank 691 Hektare dan Infrastruktur Baru

Ke depan, prospek pengembangan kawasan CBDK turut ditopang oleh kepemilikan lahan atau land bank seluas 691 hektare.

Ekosistem PIK2 juga diproyeksikan semakin berkembang dengan mulai beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE).

Selain itu, kawasan tersebut akan diperkuat melalui pembangunan Hotel Hilton PIK2. Hotel bintang lima setinggi 20 lantai tersebut dirancang memiliki kapasitas 271 kamar dan ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2027.

Peningkatan konektivitas juga menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan kawasan. Hal ini sejalan dengan perkembangan proyek Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (Kataraja).

CBDK Merupakan Bagian dari Kolaborasi Grup Agung Sedayu dan Salim

Sebagai informasi, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk merupakan perusahaan pengembang kawasan hunian dan komersial terpadu di kawasan PIK2.

Perseroan merupakan bagian dari kolaborasi Grup Agung Sedayu milik Sugianto Kusuma atau Aguan dengan Grup Salim. CBDK juga merupakan anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).

Dengan dukungan lahan yang luas, pengembangan fasilitas komersial, serta proyek infrastruktur di sekitar PIK2, CBDK terus mengembangkan kawasan terpadu yang menjadi salah satu fokus bisnis perseroan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN