Meski Ekstrem, Jalan Nasional Sibolga-Tarutung melalui Batu Lubang Sudah Bisa Dilintasi

Sejumlah kendaraan saat melintasi Jalinsum yang menghubungkan Sibolga-Tarutung, Taput melalui Batu Lubang di Km 8 Desa Simaninggir. (foto: Feliks/mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Akses jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Sibolga-Tarutung, Tapanuli Utara (Taput) melalui Batu Lubang di Km 8 Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat.
Hal ini terlihat setelah sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua berhasil melewati jalan itu dengan ekstra hati-hati.
Namun, walau jalan ini sudah bisa dilewati, sangat dianjurkan bagi pengendara tidak melewati jalan itu. Pasalnya, jalan via Batu Lubang ini sangat ekstrem, curam dan terjal serta material tanahnya masih labil karena merupakan timbunan tanah merah.
Kemudian penggunaan jalan ini masih dilakukan buka tutup pada jam-jam tertentu karena petugas masih melakukan proses perbaikan dan pengerasan jalan.
"Jalan ini dibuka sekali dua jam bagi kendaraan yang melintas, sementara pejalan kaki bebas untuk melintas," ujar Johannas Situmeang, warga setempat, Kamis (22/1/2025).
Diketahui, jalan nasional ini sempat terputus total pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 25 November 2025 lalu dan mengakibatkan Desa Simaninggir sempat terisolir.
Sebagai jalan alternatif, TNI dan Pemkab Tapteng berupaya memperbaiki akses jalan Rampa-Poriaha yang juga sempat longsor, sehingga saat ini jalur tersebut digunakan menuju Tarutung dan sebaliknya ke Tapteng.
Pantauan Mistar, Kamis (22/1/2025), petugas masih tetap berupaya melakukan perbaikan dan pengerasan di jalan Sibolga-Tarutung via Batu Lubang ini dengan menggunakan alat berat.
Di lokasi longsoran, terlihat jalur jalan yang lama (beraspal) tidak ada lagi, dan diganti dengan jalan yang baru dengan mengeruk pinggiran tebing sehingga kondisinya semakin curam dari kondisi jalan yang lama.
Sejumlah kendaraan roda dua (metik) yang mencoba melintasi jalan ini masih ada yang tidak sanggup mendaki jalan itu karena ketinggian jalan sangat terjal dan curam sehingga penumpang yang ada diboncengan harus turun dan berjalan kaki.
Di jalan itu juga masih terpampang spanduk proyek penanganan bencana Provinsi Sumut Cluster Tarutung-Sibolga imbauan dan larangan bagi pengendara untuk tidak menggunakan jalur itu.
"Mohon maaf untuk kendaraan roda 4 dan roda 2 dilarang melintas jalan masih tahap perbaikan, silakan mencari jalan alternatif lainnya," isi tulisan dalam spanduk.
Selain itu, disepanjang jalan (tepi jurang), juga dibuat garis pembatas dan plank peringatan hati-hati sepanjang jalan ini rawan longsor dan amblas.
"Sebenarnya pemakaian jalan ini masih dibatasi penggunaannya karena masih dalam tahap perbaikan, belum ada pengerasan sehingga kami buka sekali dua jam bagi pengendara," ucap Hutasuhut, salah seorang pekerja di tempat itu.

























