Menteri UMKM Batal Hadir, Ketua Komisi VII DPR RI Hentikan Pidato di Tengah Festival UMKM Labura

Bupati Labura H. Hendri Yanto Sitorus (kemeja putih) dan Ketua DPRD Rimba Bertuah Sitorus mendampingi Ketua Komisi VII DPR RI H. Saleh Partaonan Daulay dan Plt Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Reghi Perdana menuju Aula Ahmad Dewi Syukur, Aekkanopan, mengikuti Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro, Kamis (5/11/2026). (Foto: Sunusi/Mistar)
Labura, MISTAR.ID (5/11/2026) — Menteri UMKM RI Maman Abdurahman tidak jadi datang pada acara Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro yang dilaksanakan di Aula Ahmad Dewi Syukur, Aekkanopan, Kamis (5/11/2026). Ia digantikan Plt Deputi Bidang Usaha Mikro Reghi Perdana.
Dalam sambutannya, Reghi mengatakan, usaha mikro terbukti tangguh dalam menghadapi krisis seperti yang dialami Indonesia pada masa pandemi COVID-19 dan krisis moneter yang terjadi beberapa dekade lalu.
“UMKM memiliki posisi penting dalam perekonomian kita. Ketika COVID, ketika krisis moneter, teman-temanlah yang kemudian mampu tampil ke depan untuk bertarung menyelamatkan perekonomian bangsa,” katanya.
Disebutkannya, dari 63 juta pelaku usaha, 93 persen bergerak di usaha mikro. Karena itu, mereka perlu mendapatkan pembinaan dan pendampingan agar menghasilkan produk yang baik.
Pemerintah melakukan kegiatan seperti itu untuk memberikan pembinaan dan pendampingan terkait pembiayaan, legalitas, dan lainnya yang nantinya akan lebih meningkatkan kualitas dan legalitas produk yang dihasilkan.
Melalui festival ini, ia menyatakan para pelaku UKM bisa mengumpulkan informasi terkait usaha yang digelutinya, baik pembiayaan, legalitas, dan lainnya.
Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI H. Saleh Partaonan Daulay yang turut memberikan sambutan pada acara itu, tidak menyelesaikan pidatonya. Setelah beberapa saat memberi sambutan, politisi Partai Amanat Nasional itu terlihat diam berdiri di podium.
Hal itu berlangsung beberapa saat hingga ajudannya datang menghampirinya. Selanjutnya, didampingi ajudannya, Saleh Partaonan Daulay pun turun dari podium dan kembali ke tempat duduknya.
Sebelum hal itu terjadi, ia sempat mengingatkan ratusan pelaku UKM yang ada di aula itu agar diam dan mendengar pidatonya. “Kalau tidak, biar saya turun dan gantian ibu-ibu yang bicara di sini,” ujarnya di hadapan sejumlah petinggi perusahaan dan instansi baik dari pusat maupun daerah.
Kedatangan para pejabat dari pusat dan luar kabupaten bermoto Basimpul Kuat Babontuk Elok itu disambut dengan pencak silat diiringi tabuhan seni Bordah yang merupakan budaya khas daerah itu.(hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Empat Bangunan Usaha Disegel, Pilippi Simarmata: Pemkab Samosir Tidak Persulit Masyarakat Peroleh PerizinanBERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER











































