Kualitas Aspal Tambal Sulam di Jalan Protokol Sidikalang Jadi Sorotan Warga Dairi

Pekerja tampak mengenakan sandal jepit dan bisa menginjak aspal hotmix saat dihampar di depan Kantor Kejari Dairi. (Foto: Manru/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Kualitas hasil pekerjaan tambal sulam jalan protokol Sidikalang sangat diragukan dan menjadi sorotan warga Kabupaten Dairi. Keraguan dan sorotan itu disampaikan warga Dairi, Robinson Simbolon saat melihat pekerjaan tambal sulam di depan Kantor Kejaksaan Negeri Dairi, Rabu (17/12/2025).
Robinson memastikan kualitas pekerjaan itu tidak bermutu, karena kondisi aspal hotmix saat dihampar bisa diinjak manusia yang beralaskan sandal.
"Artinya suhu aspal hotmix yang diampar tidak sesuai, kuat dugaan asal-asalan. Kemudian melihat teknik pekerjaannya juga meragukan, sebab para pekerja tidak menerapkan keselamatan kerja atau K3," kata Robinson
Diterangkan Robinson, pengawasan pekerjaan dilapangan juga tidak ada terlihat ketat, sehingga resiko keselamatan pekerja dikuatirkan. Selanjutnya, resiko bahaya terkesan diabaikan karena pekerja tidak menggunakan APD lengkap.
Pantauan mistar di lapangan, pekerjaan tambal sulam di sepanjang jalan protokol Sidikalang yang sedang berlangsung menggunakan baby roller (walas mini), sebahagian pekerja mengatur lalu lintas dan sebahagian menghampar aspal hotmix dari mobil dump truk dengan mengenakan sandal jepit swallow.
Pihak pelaksana proyek berinisial RC ketika dikonfirmasi mistar melalui pesan whatsapp tidak merespons. Demikian juga saat menghubungi inisial BP yang disebut sebagai pengawas lapangan oleh seorang pekerja, juga tidak merespons.
Informasi yang beredar diperoleh mistar pelaksana proyek tersebut diduga dikerjakan PT Talenta asal Humbang Hasundutan.
Sebelumnya pada bulan Maret 2025, warga juga menyoroti pekerjaan tambal sulam aspal hotmix di sepanjang jalan protokol Sidikalang, Kabupaten Dairi yang juga diketahui dikerjakan PT Talenta.
Kala itu, Robinson Simbolon di lokasi pekerjaan menyebutkan ada banyak kejanggalan dalam pengaspalan di sepanjang jalan protokol Sidikalang itu sehingga aspal hotmix yang sudah dihampar diminta untuk dibongkar kembali.
Alasannya, pekerjaan itu berlangsung diduga tidak diawasi pihak Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Kemudian suhu aspal dipertanyakan karena bisa dipegang dengan artian suhu dibawah 60 derajat celcius.
"Tidak ada pengawas, konsultan, PPK dan penanggung jawab lapangan disini. Kami pekerja menghampar," ujar seorang pekerja yang mengakui aspal hotmix itu didatangkan dari Dolok Sanggul Humbahas saat ditemui Mistar, Jumat (28/3/2025).
Robinson menuturkan pekerjaan pemeliharaan hotmix merupakan perawatan jalan menggunakan aspal panas. Pemeliharaan dilakukan untuk mencegah kerusakan jalan yang lebih besar dan memperpanjang usia jalan.
"Namun dengan apa kita lihat saat ini, cara pemeliharaan hotmix menambal bagian jalan yang rusak atau berlubang dengan aspal dingin, bukan panas. Makanya untuk menghampar dari dalam dump truk pun harus dicongkel agar aspal bisa turun, berarti aspal kita curigai, diduga beku ini," kata Robinson.
Saat itu juga Marga Nasution, selaku PPK.2.1 BPJN saat dihubungi Mistar menyebut akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan dan akan mengecek ke lapangan.
"Ya sudah pak, tidak apa-apa. Terima kasih infonya, nanti tidak akan kita bayarkan pekerjaan mereka. Akan saya cek langsung ke lapangan, kebetulan saya sudah mudik," ucapnya.























