Kios Lantai II Pasar Inpres Kisaran Tak Terurus, Pintu hingga Instalasi Listrik Raib

Kondisi kios-kois yang tak terurus di Pasar Inpres lantai II, Kisaran. (Foto: Perdana/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID – Sejumlah fasilitas di kios lantai II Pasar Inpres Kisaran, Kabupaten Asahan, seperti pintu kios, lampu, hingga instalasi kelistrikan dilaporkan hilang.
Amatan Mistar, Selasa (3/11/2026), kondisi pasar yang pernah terbakar pada 2012 dan dibangun kembali pada 2013-2015 itu terlihat tidak terurus. Padahal, pasar tersebut sudah digunakan pedagang lagi sejak pertengahan 2016.
Selain banyak pintu kios yang hilang, sejumlah lorong di lantai II juga terlihat gelap akibat lampu dan instalasi kelistrikan yang raib. Kondisi tersebut membuat suasana pasar semakin tidak nyaman.
Sejumlah pedagang di lantai II mengungkapkan, area kios tersebut juga kerap dimasuki pemuda tak dikenal yang diduga menggunakan narkoba.
“Sudah tak terurus dan sepertinya memang sengaja dibiarkan kios ini. Kalau di lantai satu masih normal untuk tempat jualan. Kalau lantai dua sudah segala macam ada di sana. Orang pakai narkoba pun kadang naik ke situ,” kata salah seorang pedagang di kawasan pasar Inpres Kisaran, Anto.
Dia mengatakan, sebenarnya hal ini sudah pernah mereka laporkan ke DPRD maupun Dinas Koperasi dan Perdagangan yang memiliki kewenangan sebagai pengelola.
“Dulu ada musala di atas, ada parkir. Tapi, lama–lama kondisinya seperti itu sudah tidak aktif. Sudah dilapor juga percuma tidak ada tanggapan perbaikan,” ujarnya.
Pedagang berharap pemerintah dan pihak pengelola yang bertanggung jawab memperhatikan kondisi tersebut. Sebab beberapa barang pedagang juga dilaporkan sering mengalami kehilangan dan mereka semakin takut untuk jualan di Pasar Inpres Kisaran.
“Kami bayar biaya sewa, sama retribusi-retribusi. Tapi, bangunannya tidak diurus. Ini berdampak juga ke pembeli yang malas datang ke Pasar Inpres ini,” kata dia.
Berdasarkan data diterima, Pasar Inpres Kisaran ini diketahui dibangun menggunakan APBD menghabiskan dana Rp 60 Miliar dan dibangun pada tiga tahapan.
Pembangunan tahap I tahun 2013 menggunakan dana Bantuan Daerah Bawahan (DBD) senilai Rp25 miliar, tahap dua tahun 2014 menggunakan APBD Pemkab Asahan senilai Rp10 miliar dan tahap III menggunakan APBD Pemkab Asahan kembali sebesar Rp25 miliar.[]
PREVIOUS ARTICLE
19 SPPG di Asahan yang Kena Suspend Kembali Aktif Besok





































