Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

Harga Turun, Petani Karo Dukung Penjualan Cabai ke Luar Daerah

Mistar.idRabu, 15 April 2026 pukul 14.48 WIB
harga_turun_petani_karo_dukung_penjualan_cabai_ke_luar_daerah

Petani cabai merah, Jainal Sembiring, saat melakukan panen cabai yang dapat dilakukan dalam setahun dua kali. (Foto: Abay/Mistar)

news_banner

Karo, MISTAR.ID

Guna menstabilkan harga komoditas unggulan berupa cabai merah yang sempat merosot, Pemerintah Kabupaten Karo melakukan pengiriman domestik ke wilayah Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (15/4/2026).

Hal tersebut membuat petani sedikit lega. Salah satu petani cabai merah, Jainal Sembiring Depari, warga Desa Raya, Kecamatan Berastagi, mendukung program Pemkab Karo.

“Kita dukung pengiriman cabai merah ke Palangka Raya. Mudah-mudahan dengan sistem penjualan cabai merah ke Kalimantan Tengah yang berkelanjutan, dari 17 kecamatan yang ada di Karo dapat digilir per kecamatan,” terangnya, Rabu (15/4/2026).

Dengan begitu, masih kata Jainal, akan membuka peluang kenaikan harga cabai merah bagi petani Karo yang saat ini di pasaran berkisar Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram.

“Untuk modal cabai merah per pohon, petani mengeluarkan Rp5.000 hingga Rp6.000 per pohon, mulai dari bibit, pupuk hingga obat penyemprot hama. Jika 1.000 pohon, kisaran biaya Rp5.000.000 hingga Rp6.000.000 untuk sekali panen yang memakan waktu 4-6 bulan,” ungkap Jainal.

Jainal mengungkapkan, belum lagi biaya tenaga kerja (aron) saat panen tiba, yang juga membutuhkan biaya tambahan. Ia berharap harga Rp21.000 per kilogram dari pengiriman ke Palangka Raya menjadi peluang bagi petani Karo.

Diketahui, kerja sama antar daerah (KAD) Pemkab Karo dengan membuka penjualan cabai merah ke Palangka Raya berkisar 1 ton, dengan proses tiga kali pengiriman, dari petani cabai merah asal Kecamatan Tiga Panah.

Program ini menjadi perhatian Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Antonius Ginting yang mendorong kerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara guna memfasilitasi biaya pengiriman.

“Kami melihat peluang pasar di Kalimantan masih sangat besar. Saat ini baru satu kota, ke depan akan kita kembangkan ke beberapa kabupaten lainnya. Selain itu, kami juga akan menjajaki pengembangan produk turunan seperti cabai kering maupun cabai giling agar dapat memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas,” pungkasnya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN