Dampak Bencana Tapanuli, BBM di SPBU Toba Langka

Antrean panjang di SPBU Kecamatan Porsea. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Pascabencana banjir dan longsor di Tapanuli, Provinsi Sumatera Utara sejak 25 November 2025. Tujuh SPBU yang ada di Kabupaten Toba mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), membuat aktivitas masyarakat terganggu.
Salah seorang pengisi bahan bakar di SPBU Kecamatan Porsea, H. Hutabarat mengakui, sejak tiga hari terakhir sangat sulit untuk mendapatkan bahan bakar di SPBU Kabupaten Toba, kalau pun ada untuk mendapatkannya harus antre beberapa jam dan pembelian dibatasi.
"Saya sudah menunggu sejak jam 06.30 WIB dan baru mendapatkan bahan bakar jam 08.30 WIB dan hanya bisa mengisi Rp150.000 untuk mobil saya," ucap H. Hutabarat, Senin (1/11/2025).
Dirinya juga menyesalkan pihak SPBU Porsea yang tidak sigap dalam melayani kendaraan yang akan mengisi bahan bakar, di mana mereka para petugas tidak langsung melayani pengisian begitu melihat antrean panjang sejak pukul 06.30 WIB.
"Pihak SPBU harus menunggu hingga jam 08.00 WIB baru bisa melayani pengisian bahan bakar, membuat arus lalu lintas macet total. Padahal bahan bakar sudah tiba beberapa jam yang lalu," tuturnya.
Pengendara lainnya, Aldi juga menyayangkan lemahnya pengawasan bahan bakar di tengah kelangkaan yang terjadi, dimanfaatkan oleh pedagang bahan bakar ketengan dengan menjual bahan bakar yang melambung tinggi.
"Bayangkan harga yang dijual pedagang ketengan untuk pertalite seharga Rp15.000 hingga Rp20.000 per liternya dan dari mana mereka mendapatkan bahan bakar di tengah kelangkaan seperti ini," ucap Aldi.
Menurutnya, bukan berarti kita menghalangi penjual ketengan mendapatkan bahan bakar, tetapi di tengah kelangkaan jangan mengambil kesempatan meraup keuntungan yang tidak pantas dan pihak SPBU juga harusnya lebih mengutamakan pengisian untuk kendaraan daripada jerigen.
"Untuk itu sangat penting pengawasan dari pemerintah dan kepolisian terhadap harga bahan bakar, agar tidak dijual dengan harga yang tidak layak serta penyalurannya harus tepat sasaran diberikan SPBU," ucapnya berharap. (hm25)






















